MASAKINI.CO – Aliansi Mahasiswa se-Aceh terus mengerahkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor, termasuk daerah yang sulit dijangkau. Mereka menyebut penanganan pemerintah sudah berjalan, namun belum efektif memenuhi kebutuhan masyarakat di titik-titik terparah.
Perwakilan mahasiswa, Habibi, mengatakan relawan telah menyalurkan bantuan melalui jalur darat, laut, dan udara. Distribusi dilakukan ke Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, hingga Aceh Singkil. Namun, kondisi lapangan menunjukkan warga masih kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.
“Fakta di lapangan sangat menyedihkan. Banyak korban ntuk makan saja sulit. Ketika kami membagikan sembako, warga sampai berebut,” ujar Habibi, Sabtu (6/12/2025).
Ia menyebut beberapa kepala daerah sudah menyatakan tidak sanggup menangani kondisi darurat ini. Karena itu, mahasiswa meminta pemerintah pusat segera menetapkan status bencana nasional, agar penanganan bisa lebih cepat dan terkoordinasi.
Menurut Habibi, posko mahasiswa telah menyalurkan lebih dari 3.000 paket bantuan berupa logistik, pakaian layak pakai, dan berbagai perlengkapan lainnya. Namun, mereka masih kekurangan armada untuk menjangkau wilayah terisolir. Di beberapa daerah, mahasiswa memilih turun langsung tanpa menunggu bantuan pemerintah.
“Untuk wilayah mudah dijangkau, akses kami berikan kepada pemerintah. Tetapi untuk daerah terpencil, kami turun sendiri. Ke Pameu, Aceh Tengah misalnya, relawan kami jalan kaki bawa tas carrier selama tiga hari membawa logistik,” ujarnya.
Bantuan juga dikirim ke Singkil, Kutablang, Langsa, dan sejumlah titik lain yang sebelumnya terputus akses. Sebagian besar distribusi dilakukan menggunakan kendaraan sewaan yang dananya berasal dari donasi publik. Saat ini, dana tersisa di posko hanya sekitar Rp20 juta, setelah digunakan untuk pembelian bahan bakar dan biaya operasional.
“Donasinya dari masyarakat Aceh, terutama Banda Aceh dan Aceh Besar. Armada udara dan mobil ada bantuan dari TNI dan Polri, tapi untuk banyak rute lain kami tanggung sendiri,” kata Habibi.
Di wilayah tengah, relawan menggunakan mobil hingga titik yang memungkinkan, lalu perjalanan dilanjutkan oleh tim mahasiswa yang telah bersiaga di lokasi untuk membawa logistik. Habibi menegaskan bahwa mahasiswa akan terus berkoordinasi dengan berbagai posko kemanusiaan untuk memastikan distribusi berjalan merata. Namun, ia mengingatkan bahwa kebutuhan logistik masyarakat masih sangat besar dan jauh dari cukup.
“Kami berupaya semaksimal mungkin, tapi kondisi hari ini sudah melelahkan semua pihak. Mohon pemerintah lebih sigap, karena masyarakat di lapangan benar-benar butuh pertolongan cepat,” ujarnya.










Discussion about this post