MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Agustus 19, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Penanganan Dinilai Lambat, Relawan Mahasiswa Rela Jalan Kaki Tiga Hari Antar Logistik

Riska Zulfira by Riska Zulfira
6 Desember 2025
in News
0

Aliansi Mahasiswa se-Aceh saat mengantarkan donasi dan logistik ke wilayah terdampak banjir. | Foto : dok masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Aliansi Mahasiswa se-Aceh terus mengerahkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor, termasuk daerah yang sulit dijangkau. Mereka menyebut penanganan pemerintah sudah berjalan, namun belum efektif memenuhi kebutuhan masyarakat di titik-titik terparah.

Perwakilan mahasiswa, Habibi, mengatakan relawan telah menyalurkan bantuan melalui jalur darat, laut, dan udara. Distribusi dilakukan ke Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, hingga Aceh Singkil. Namun, kondisi lapangan menunjukkan warga masih kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.

RelatedPosts

MUSDA VI Demokrat Aceh Digelar Besok, Sekjen DPP Akan Hadir

Pemko Banda Aceh Tegaskan Penegakan Syariat Islam Tak Pandang Bulu, Termasuk ASN

Tekan Overkapasitas, Ditjenpas Aceh Rencanakan Penambahan Lapas di Subulussalam

“Fakta di lapangan sangat menyedihkan. Banyak korban ntuk makan saja sulit. Ketika kami membagikan sembako, warga sampai berebut,” ujar Habibi, Sabtu (6/12/2025).

Ia menyebut beberapa kepala daerah sudah menyatakan tidak sanggup menangani kondisi darurat ini. Karena itu, mahasiswa meminta pemerintah pusat segera menetapkan status bencana nasional, agar penanganan bisa lebih cepat dan terkoordinasi.

Menurut Habibi, posko mahasiswa telah menyalurkan lebih dari 3.000 paket bantuan berupa logistik, pakaian layak pakai, dan berbagai perlengkapan lainnya. Namun, mereka masih kekurangan armada untuk menjangkau wilayah terisolir. Di beberapa daerah, mahasiswa memilih turun langsung tanpa menunggu bantuan pemerintah.

“Untuk wilayah mudah dijangkau, akses kami berikan kepada pemerintah. Tetapi untuk daerah terpencil, kami turun sendiri. Ke Pameu, Aceh Tengah misalnya, relawan kami jalan kaki bawa tas carrier selama tiga hari membawa logistik,” ujarnya.

Bantuan juga dikirim ke Singkil, Kutablang, Langsa, dan sejumlah titik lain yang sebelumnya terputus akses. Sebagian besar distribusi dilakukan menggunakan kendaraan sewaan yang dananya berasal dari donasi publik. Saat ini, dana tersisa di posko hanya sekitar Rp20 juta, setelah digunakan untuk pembelian bahan bakar dan biaya operasional.

“Donasinya dari masyarakat Aceh, terutama Banda Aceh dan Aceh Besar. Armada udara dan mobil ada bantuan dari TNI dan Polri, tapi untuk banyak rute lain kami tanggung sendiri,” kata Habibi.

Di wilayah tengah, relawan menggunakan mobil hingga titik yang memungkinkan, lalu perjalanan dilanjutkan oleh tim mahasiswa yang telah bersiaga di lokasi untuk membawa logistik. Habibi menegaskan bahwa mahasiswa akan terus berkoordinasi dengan berbagai posko kemanusiaan untuk memastikan distribusi berjalan merata. Namun, ia mengingatkan bahwa kebutuhan logistik masyarakat masih sangat besar dan jauh dari cukup.

“Kami berupaya semaksimal mungkin, tapi kondisi hari ini sudah melelahkan semua pihak. Mohon pemerintah lebih sigap, karena masyarakat di lapangan benar-benar butuh pertolongan cepat,” ujarnya.

Tags: Banjir AcehBanjir LongsorBantuan LogistikMahasiswa AcehSembako
Previous Post

Update Korban Banjir Tamiang, 57 Orang Meninggal Dunia dan 23 Lainnya Hilang

Next Post

Wali Kota Banda Aceh Pantau Kesiapan TPS Jelang Pilchiksung Serentak

Related Posts

Koalisi Sipil Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Sebut Dampak Ekologis Masih Berlangsung

by Aininadhirah
14 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana menilai penanganan dampak bencana ekologis di Aceh belum sepenuhnya tuntas. Sejumlah persoalan seperti...

1.744 Warga Kecamatan Ulee Kareng Terima Bansos Pangan

Mulai 17 Agustus, Pemerintah Salurkan 997 Ribu Ton Beras untuk 33,24 Juta KPM

by Ahlul Fikar
3 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan beras sebanyak 997,2 ribu ton kepada 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di...

Aceh Tamiang Mulai Tanam Padi Perdana Pascabencana

by Ahmad Mufti
6 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh memulai gerakan tanam padi perdana pascabencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh...

Next Post

Wali Kota Banda Aceh Pantau Kesiapan TPS Jelang Pilchiksung Serentak

Petunjuk Akan Pergi, Salah: Liverpool "Melempar Aku ke Jalanan"

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co