MASAKINI.CO – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke sejumlah kabupaten yang masih terisolasi di Aceh seperti Bener meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues akibat bencana mengalami kendala serius.
Kondisi akses darat yang belum bisa dilalui membuat pemerintah harus memakai berbagai moda transportasi nonkonvensional. Menurut Bahlil, sebagian wilayah sama sekali tidak dapat dijangkau kendaraan darat, sehingga BBM harus dikirim melalui udara.
“Ada yang kita kirim pakai helikopter, ada yang menggunakan pesawat,” katanya saat berkunjung ke Aceh, Minggu (7/12/2025).
Selain jalur udara, pemerintah juga melakukan pengiriman estafet ke daerah yang masih memungkinkan dilewati dengan perpindahan moda. Untuk LPG, beberapa lokasi bahkan harus menggunakan rakit agar tabung dapat tiba di titik distribusi. “Bahkan ada yang lewat laut. Prosesnya bertahap, tapi perlahan mulai terurai,” kata Bahlil.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini tengah menguji metode baru berupa pengiriman dengan cara diterjunkan menggunakan payung dari udara. Langkah itu dilakukan untuk memastikan daerah yang benar-benar terputus tetap mendapatkan suplai energi.
Bahlil menegaskan bahwa tantangan terbesar adalah keterbatasan infrastruktur antarwilayah yang belum pulih dan masih tertutup material bencana. Kondisi tersebut membuat mobilisasi logistik memerlukan upaya ekstra.
Kendati demikian, pemerintah memastikan seluruh jalur alternatif yang tersedia terus dioptimalkan. “Selama akses jalan belum terbuka, kita harus menggunakan segala cara agar BBM sampai ke masyarakat,” tegasnya.









Discussion about this post