MASAKINI.CO – Stok darah di Palang Merah Indonesia menipis pascalebaran, di tengah meningkatnya kebutuhan dari rumah sakit.
Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri, mengatakan berkurangnya stok dipengaruhi belum kembalinya sebagian masyarakat dari mudik, sehingga jumlah pendonor menurun.
“Pascaleberan, pendonor yang datang ke PMI maupun melalui mobil unit keliling berkurang. Ini kemungkinan karena masyarakat masih belum kembali dari mudik,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Selain itu, kegiatan donor darah di sekolah dan instansi juga belum berjalan optimal karena aktivitas baru mulai kembali setelah libur panjang.
Di sisi lain, permintaan darah justru mengalami lonjakan signifikan. Haeqal menyebut, pada 7 April lalu kebutuhan darah mencapai 417 kantong, namun yang mampu dipenuhi hanya 128 kantong.
“Permintaan meningkat karena rumah sakit sudah kembali melayani pasien, termasuk penderita thalasemia dan kasus-kasus darurat lainnya,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan stok darah tidak sampai kosong. Setiap hari PMI masih mampu menghimpun sekitar 50 hingga 100 kantong darah, dengan golongan darah yang paling banyak tersedia yakni A dan O positif.
PMI juga terus berupaya memenuhi kebutuhan, termasuk untuk kasus khusus seperti rhesus negatif dengan menghubungi pendonor yang telah terdata, bahkan hingga lintas daerah.
“Kami tetap berusaha semaksimal mungkin. Berapapun darah yang tersedia akan langsung didistribusikan ke rumah sakit,” ujarnya.
Untuk mengatasi kekurangan stok, PMI berencana kembali mengintensifkan kegiatan donor darah, termasuk menyasar sekolah-sekolah dan instansi dalam waktu dekat.
Haeqal juga mengajak masyarakat untuk kembali aktif mendonorkan darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
“Ayo kita donor darah. Dari setetes darah, ada harapan hidup bagi yang membutuhkan,” pungkasnya.










Discussion about this post