MASAKINI.CO – Hampir tiga pekan setelah banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah Aceh, dampak bencana masih dirasakan warga dalam bentuk gangguan listrik dan jaringan komunikasi bahkan termasuk wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar yang notabennya tidak terdampak langsung.
Pemadaman listrik yang berkepanjangan serta terputusnya layanan telepon dan internet membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama di kawasan yang belum mendapat giliran pemulihan.
Di Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, warga mengeluhkan listrik yang tidak menyala selama 144 jam atau enam hari penuh tanpa giliran pemadaman bergilir. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan beraktivitas pada malam hari, menyimpan bahan makanan, hingga berkomunikasi dengan keluarga.
“Lampu tidak hidup sama sekali selama 144 jam. Tidak ada lagi jadwal pemadaman bergilir, jadi kami benar-benar gelap,” ujar Uci, warga Desa Kajhu, Minggu (14/12/2025).
Gangguan kelistrikan juga berdampak pada jaringan komunikasi. Di sejumlah wilayah, warga kesulitan mengakses layanan telepon dan internet, memaksa mereka mencari titik tertentu hanya untuk mendapatkan sinyal. Kondisi ini turut menghambat aktivitas kerja, pendidikan, dan pelayanan publik.
Sementara itu, situasi berbeda dirasakan warga Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar terutama di desa Jruek Balee dan sekitarnya. Setelah mengalami pemadaman listrik selama enam hari, aliran listrik di desa tersebut akhirnya kembali normal pada pagi hari ini.
“Kami terakhir mengalami pemadaman bergilir minggu lalu. Setelah enam hari, alhamdulillah tadi pagi listrik sudah kembali menyala,” kata Mia Sofianti, warga Jruek Balee.
Kembalinya listrik disambut dengan rasa lega oleh warga setempat. Aktivitas rumah tangga, usaha kecil, hingga akses komunikasi mulai berjalan normal setelah berhari-hari terhenti akibat padamnya aliran listrik.
Untuk mengantisipasi pemadaman lanjutan, Mia mengaku telah bersiap diri alat penerang tradisional.
Hingga kini, warga berharap pemulihan listrik dan jaringan komunikasi di seluruh wilayah Aceh dapat segera merata, agar kehidupan masyarakat pasca bencana bisa kembali berjalan normal.










Discussion about this post