MASAKINI.CO – Operasional dapur umum penanganan banjir di Kabupaten Pidie Jaya mengutamakan penggunaan bahan baku dari warga dan pedagang lokal sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Penanggung jawab dapur umum di Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementerian Sosial RI, Nurcholis, mengatakan seluruh peralatan dan logistik dapur umum ditanggung oleh Kementerian Sosial, sementara bahan makanan dibeli langsung dari wilayah sekitar.
“Bahan baku kami utamakan dari daerah setempat agar perekonomian masyarakat di sekitar lokasi terdampak bisa kembali bergerak,” kata Nurcholis, Kamis (18/12/2025).
Dapur umum mulai beroperasi sejak 29 November 2025, setelah akses menuju Pidie Jaya kembali terbuka pascabencana banjir yang terjadi pada 25–26 November. Hingga 16 Desember 2025, dapur umum telah menyalurkan 301.262 porsi makanan.
Layanan permakanan diberikan dua kali sehari dan menjangkau tiga kecamatan terdampak, yakni Meureudu, Meurah Dua, dan Ulim.
Operasional dapur umum melibatkan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Jawa Timur dan Jawa Barat, serta mendapat dukungan TNI, Polri, dan tim SAR untuk kelancaran distribusi kepada warga terdampak.
“Tapi saat ini Tagana Jawa Barat sudah dialihkan ke Aceh Utara,” tuturnya.










Discussion about this post