MASAKINI.CO – Banjir yang merendam sejumlah fasilitas pendidikan di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, menyebabkan aktivitas belajar mengajar terhenti dan berdampak pada kondisi psikologis anak-anak korban bencana.
Menyikapi kondisi tersebut, relawan Aceh Bergerak menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak di Dayah Usen, Kecamatan Meureudu. Kegiatan ini dilakukan untuk mengisi waktu anak-anak yang tidak dapat bersekolah sekaligus membantu memulihkan kondisi mental mereka pascabencana.
Banjir mengakibatkan sekolah-sekolah di wilayah tersebut rusak dan tidak dapat digunakan. Akibatnya, anak-anak kehilangan rutinitas harian dan tidak memiliki aktivitas belajar, yang berpotensi memicu stres dan kejenuhan.
Dalam kegiatan tersebut, relawan melakukan pendampingan melalui permainan sederhana, lomba kecil, serta menonton film bersama. Selain itu, relawan juga turut membersihkan fasilitas umum yang terdampak banjir di sekitar lokasi kegiatan.
Salah seorang anak, Haura, mengatakan sekolahnya terendam banjir sehingga tidak bisa digunakan. “Sekolah kami sudah terendam banjir, hancur semua, jadi kami tidak sekolah,” ujarnya.
Haura menambahkan, kehadiran relawan dan kegiatan yang dilakukan membantu mengurangi rasa bosan anak-anak selama pascabanjir. “Kami senang ada kegiatan seperti ini, sudah lama kami tidak melakukan lomba dan nonton bersama,” katanya.
Relawan Aceh Bergerak berharap kegiatan pendampingan tersebut dapat membantu anak-anak kembali merasa aman dan memiliki aktivitas positif sambil menunggu kondisi sekolah pulih dan proses belajar mengajar kembali berjalan normal.
Penulis: Aininadhirah










Discussion about this post