MASAKINI.CO – Wilayah Aceh dan sekitarnya mengalami 18 kejadian gempa bumi dalam sepekan terakhir, dengan satu gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat. Aktivitas seismik tersebut tercatat sepanjang periode 19 hingga 25 Desember 2025, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar, mengatakan sebagian besar gempa yang terjadi berkekuatan kecil dan tidak menimbulkan dampak.
“Dari total 18 kejadian gempa, hanya satu yang dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).
BMKG mencatat, gempa bumi dengan magnitudo di bawah 3,0 mendominasi aktivitas seismik selama sepekan, dengan total 11 kejadian. Sementara tujuh gempa lainnya berada pada rentang magnitudo 3,0 hingga kurang dari 5,0. Tidak ada gempa berkekuatan lebih dari magnitudo 5 yang terjadi selama periode tersebut.
Ditinjau dari kedalaman, hampir seluruh gempa termasuk kategori gempa dangkal. Sebanyak 17 gempa terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer, sedangkan satu gempa lainnya merupakan gempa menengah dengan kedalaman antara 60 hingga 300 kilometer.
Gempa yang dirasakan masyarakat terjadi pada Kamis, 25 Desember 2025 kemarin. Gempa berkekuatan Magnitudo 3,9 itu berpusat di daratan, sekitar 24 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, dengan kedalaman sangat dangkal, yakni 2 kilometer.
“Getaran gempa tersebut dirasakan di wilayah Gayo Lues dengan intensitas III MMI, serta di Aceh Tamiang pada skala II hingga III MMI,” sebutnya.
BMKG juga mencatat frekuensi gempa tertinggi terjadi pada 24 Desember 2025, dengan delapan kejadian gempa dalam satu hari. Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada.










Discussion about this post