MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Februari 17, 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

KPA Minta Semua Pihak Tahan Diri Usai Insiden Warga dan TNI di Lhokseumawe

Riska Zulfira by Riska Zulfira
26 Desember 2025
in News
0

Ilustrasi kericuhan antara masyarakat dan TNI di Aceh Utara yang beredar luas di media sosial, Kamis (25/12/2025) | foto: rekaman layar video

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Komite Peralihan Aceh (KPA) meminta seluruh pihak, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), untuk menahan diri menyusul terjadinya perkelahian antara warga Aceh dan aparat TNI di Simpang Kandang, Kota Lhokseumawe, Kamis (25/12/2025) siang.

Insiden tersebut terjadi saat sejumlah warga melakukan konvoi penyaluran bantuan kemanusiaan bagi korban banjir dan longsor di Aceh. Peristiwa itu kemudian memicu ketegangan di lokasi.

RelatedPosts

Jelang Ramadan, Harga Emas Perhiasan dan Antam Turun

Kecelakaan di Tol Sigli–Banda Aceh, 1 Tewas dan 2 Luka-Luka

Pesawat Simulasi dan Gedung A2 Asrama Haji Aceh Diresmikan, Wagub Soroti Harga Tiket

Juru Bicara KPA, Zakaria Yacob, menyatakan bahwa aksi konvoi dan kegiatan yang dilakukan warga merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas antarwarga Aceh yang hingga kini masih berada dalam situasi pascabencana.

“Warga yang melakukan aksi damai dan konvoi bantuan adalah bentuk saling membantu antarsaudara di Aceh. Itu reaksi yang wajar di tengah kondisi bencana,” kata Zakaria, Jumat (26/12/2025).

Ia juga menanggapi keberadaan bendera Aceh, bendera putih, serta spanduk-spanduk yang dibawa warga dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, simbol-simbol itu merupakan ekspresi solidaritas dan empati terhadap korban bencana, bukan tindakan provokatif.

Selain itu, soal penangkapan seorang warga serta temuan satu pucuk senjata api jenis pistol yang kemudian dikaitkan dengan organisasi tersebut. Zakaria menegaskan bahwa KPA tidak memiliki, menyimpan, ataupun menguasai senjata api.

“KPA sepenuhnya patuh terhadap Nota Kesepahaman Helsinki dan konsisten menjaga perdamaian Aceh. Tidak ada anggota KPA yang memiliki senjata api,” tegasnya.

Terkait penanganan kasus tersebut, KPA meminta aparat penegak hukum bersikap objektif, adil, dan proporsional, serta tidak menggeneralisasi tindakan individu dengan mengaitkannya kepada KPA atau mantan kombatan secara keseluruhan.

Menurut KPA, unjuk rasa merupakan hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan kekecewaan, khususnya terkait lambannya penyaluran bantuan bencana. “Kami mengimbau agar aspirasi disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab tanpa kekerasan,” ujarnya.

Selain itu, KPA mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memusatkan perhatian pada upaya kemanusiaan dan pemulihan kehidupan warga terdampak banjir dan longsor. KPA juga mendesak pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga kemanusiaan agar segera mengoptimalkan distribusi logistik, obat-obatan, dan kebutuhan dasar ke seluruh wilayah terdampak di Aceh.

KPA menegaskan bahwa Aceh tetap aman dan terbuka bagi lembaga kemanusiaan nasional maupun internasional yang ingin membantu korban bencana. Bantuan kemanusiaan, menurut KPA, seharusnya dipermudah, bukan dihambat.

“Bantuan kemanusiaan untuk korban tetap harus jalan,” ujarnya.

Tags: Anggota TNIKericuhan antara warga dan TNIPermintaan Penetapan Bencana NasionalTNIwarga
Previous Post

Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Aceh

Next Post

Aceh di Persimpangan Ingatan dan Luka Baru

Related Posts

Dandim Aceh Utara Sebut Kericuhan Konvoi Bulan Bintang Akibat Provokasi

by Redaksi
27 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Komando Distrik Militer (Kodim) 0103/Aceh Utara memberikan penjelasan terkait kericuhan antara aparat TNI-Polri dan warga yang terlibat konvoi...

KKJ Aceh Kecam Intimidasi Jurnalis Kompas TV Aceh, Rekaman Dihapus Aparat

by Redaksi
13 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Seorang jurnalis Kompas TV Aceh, Davi Abdullah, dilaporkan mengalami perampasan alat kerja dan penghapusan materi jurnalistik saat bertugas...

Barak Militer Kompi Suak di Abdya Terbakar

Barak Militer Kompi Suak di Abdya Terbakar

by Alfath Asmunda
3 Juli 2025
0

MASAKINI.CO - Enam unit barak militer Kompi Suak yang berada di Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terbakar pada...

Next Post
18 Tahun Tsunami Aceh, Duka dan Doa Bersama

Aceh di Persimpangan Ingatan dan Luka Baru

Wagub Aceh: Dampak Banjir Bandang dan Longsor Lebih Luas dari Tsunami 2004

Discussion about this post

CERITA

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

Dari Aceh ke Jakarta Lewat Layar: Cerita Irhamna Menemukan Ritme Kerja yang Lebih Tenang

1 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co