MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Juli 4, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Dandim Aceh Utara Sebut Kericuhan Konvoi Bulan Bintang Akibat Provokasi

Redaksi by Redaksi
27 Desember 2025
in News
0

Ilustrasi kericuhan antara masyarakat dan TNI di Aceh Utara yang beredar luas di media sosial, Kamis (25/12/2025) | foto: rekaman layar video

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Komando Distrik Militer (Kodim) 0103/Aceh Utara memberikan penjelasan terkait kericuhan antara aparat TNI-Polri dan warga yang terlibat konvoi membawa bendera Bulan Bintang di Jalan Lintas Banda Aceh–Medan, Desa Mane Tunong, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (25/12/2025) lalu.

Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, mengatakan kericuhan terjadi akibat adanya provokasi dari sejumlah massa yang mendorong petugas gabungan TNI-Polri dan meneriakkan ajakan perlawanan. Kondisi tersebut memicu gesekan di lapangan hingga berujung saling baku hantam.

RelatedPosts

Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Lambaro, Lalu Lintas Sempat Terganggu

HUDA Aceh Dorong Penguatan Pembinaan untuk Maksimalkan Penerapan Syariat Islam di Banda Aceh

Jembatan Enang-Enang Kembali Difungsikan, Truk Dilarang Melintas

“Kericuhan dipicu provokasi sejumlah massa yang mendorong petugas gabungan TNI-Polri sambil meneriaki perlawanan. Personel kemudian melakukan tindakan untuk menghalau massa yang mulai bersikap anarkis, sehingga terjadi saling dorong dan baku hantam,” ujar Jamal, Sabtu (27/12/2025). 

Ia menjelaskan, sebelum kejadian, petugas gabungan melaksanakan razia atau sweeping terhadap rombongan kendaraan konvoi dari arah Kabupaten Pidie menuju Aceh Utara. Sweeping dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap konvoi yang membawa bendera Bulan Bintang dan simbol separatis yang dilakukan oleh eks kombatan GAM dan simpatisan.

Menurut Jamal, sekitar pukul 20.53 WIB, personel Polres Lhokseumawe bersama TNI menghentikan 11 unit kendaraan roda empat berbagai jenis yang tergabung dalam rombongan konvoi. Penghentian dilakukan dengan pendekatan persuasif.

Namun situasi berubah setelah sebagian massa bersikap agresif. Jamal mengungkapkan dirinya bersama Kapolres Lhokseumawe turut terdorong dan mengalami pukulan saat berupaya meredam situasi. “Jika massa tidak bersikap arogan dan melakukan provokasi, kericuhan kemungkinan tidak terjadi. Tapi kondisi saat itu cepat berhasil dikendalikan,” katanya.

Dandim menambahkan, peristiwa tersebut telah dimediasi antara koordinator lapangan aksi, Aizilul Nazirna, bersama rombongan dengan Kapolres Lhokseumawe dan Dandim 0103/Aceh Utara. Dari hasil mediasi, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai.

“Disepakati bahwa kejadian ini hanya kesalahpahaman. Pihak rombongan menyatakan berdamai dengan aparat gabungan dan korban dari pihak massa akan ditangani oleh mereka sendiri, sesuai permintaan dari pihak rombongan,” jelas Jamal.

Ia juga menyebutkan, sekitar pukul 01.15 WIB, koordinator konvoi dari Pidie, Aizilul Nazirna, telah menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui video atas kesalahpahaman yang terjadi saat razia di Jalan Lintas Banda Aceh–Medan.

Dalam klarifikasinya, Aizilul mengakui adanya kekeliruan dari pihak konvoi dan menyatakan persoalan telah diselesaikan. Ia menyebutkan sejumlah peserta konvoi yang mengalami luka telah mendapat penanganan medis di Puskesmas Kuta Blang, Kabupaten Bireuen.

Tags: Aceh UtaraDandim Aceh UtaraKericuhan TNI dan WargaKonvoi Bendera Bulan BintangTNI
Previous Post

Harga Emas di Banda Aceh Nyaris Tembus Rp8 Juta

Next Post

Disdik Aceh Kerahkan Lebih 1.000 Personel untuk Gotong Royong Penanganan Dampak Bencana

Related Posts

Angin Kencang Rusak 58 Huntara di Aceh Utara, Belasan Unit Hancur

by Riska Zulfira
3 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Puluhan hunian sementara (huntara) di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, rusak setelah diterjang angin kencang yang terjadi secara...

Tersambar Petir, Petani di Aceh Utara Meninggal Dunia

Tersambar Petir, Petani di Aceh Utara Meninggal Dunia

by Aininadhirah
14 April 2026
0

MASAKINI.CO - Seorang petani warga Dusun Kareung, Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, meninggal dunia akibat tersambar petir...

Ketidakpastian Biaya Listrik Huntara, Pengungsi Aceh Utara Kebingungan

by Aininadhirah
27 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Ketidakjelasan kebijakan pembayaran listrik di hunian sementara (huntara) memicu kebingungan di kalangan pengungsi di Aceh Utara. Hingga kini,...

Next Post

Disdik Aceh Kerahkan Lebih 1.000 Personel untuk Gotong Royong Penanganan Dampak Bencana

Sebulan Pascabencana, 512 Warga Aceh Meninggal dan 31 Orang Masih Hilang

Discussion about this post

CERITA

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co