MASAKINI.CO – Memasuki satu bulan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, jumlah korban jiwa terus bertambah. Posko Terpadu Tanggap Darurat Bencana Pemerintah Aceh mencatat sebanyak 512 orang meninggal dunia dan 31 orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Data Posko Terpadu Pemerintah Aceh terbaru, bencana hidrometeorologi tersebut telah berdampak pada 552.281 kepala keluarga (KK) atau 2.112.382 jiwa di berbagai kabupaten dan kota di Aceh.
Selain korban meninggal dan hilang, bencana ini juga menyebabkan ribuan warga mengalami luka-luka. Tercatat sebanyak 4.939 orang mengalami luka ringan, sementara 474 orang lainnya menderita luka berat dan masih menjalani perawatan.
Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, mengatakan data tersebut merupakan hasil kompilasi laporan dari seluruh pos lapangan di daerah terdampak. Menurutnya, angka tersebut masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui seiring perkembangan penanganan di lapangan.
“Data ini kami himpun dari seluruh pos lapangan dan terus diperbarui sesuai dengan laporan terbaru dari daerah terdampak,” ujar Murthalamuddin.
Pemerintah Aceh bersama unsur terkait hingga saat ini masih melakukan upaya penanganan darurat, termasuk evakuasi korban, pencarian warga yang dinyatakan hilang, serta pendistribusian bantuan logistik bagi masyarakat terdampak.
Meski sebagian wilayah mulai memasuki tahap pemulihan, proses tanggap darurat masih terus dilakukan, terutama di daerah yang terdampak paling parah oleh banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.










Discussion about this post