MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, April 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Toga di Usia Senja

Riska Zulfira by Riska Zulfira
28 Desember 2025
in Cerita, News
0

Ernawati (kanan) dan Khairani (kiri) menjadi bagian dari 1.193 lansia yang diwisuda dalam Sekolah Lansia Standar 1 (S1) di Kabupaten Aceh Besar | foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Di usia ketika kebanyakan orang memilih lebih banyak duduk dan beristirahat, Ernawati justru melangkah ke panggung dengan kepala tegak dan menerima selembar sertifikat layaknya sarjana. Usianya 65 tahun. 

Hari itu, Rabu (24/12/2025), Ernawati menjadi bagian dari 1.193 lansia yang diwisuda dalam Sekolah Lansia Standar 1 (S1) di Kabupaten Aceh Besar. Mereka datang dari 53 Sekolah Lansia yang tersebar di berbagai kecamatan.

RelatedPosts

Stok Darah PMI Banda Aceh Menipis, Permintaan Melonjak Tajam

Aceh Berpotensi Hujan Lebat, Umumnya Terjadi Sore Hari

Harga Emas Kembali Turun

Bagi sebagian orang, wisuda mungkin sekadar seremoni. Namun bagi Ernawati dan kawan-kawan seangkatannya, momen ini terasa seperti hadiah yang datang terlambat namun sangat bermakna.

Ia berasal dari Desa Babah Jurong, Kecamatan Kuta Baro. Sepanjang hidupnya, bangku sekolah hanya sempat ia duduki sampai Madrasah Ibtidaiyah. Tak ada bangku SMP, apalagi SMA. Selebihnya, hidup berjalan dengan cara yang ia pahami sendiri mengurus keluarga, bekerja seadanya, dan belajar dari pengalaman.

“Ini wisuda pertama kali selama saya hidup,” ujarnya lirih, nyaris tak percaya. “Kita orang tidak sekolah, tapi bisa pakai baju toga. Senang sekali rasanya.”

Selama beberapa bulan terakhir, Ernawati rutin mengikuti pertemuan Sekolah Lansia yang digagas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Aceh. Ada 12 kali pertemuan yang ia jalani. Di sana, ia belajar banyak hal yang sebelumnya tak pernah ia dapatkan di ruang kelas formal. 

Mereka diajari cara hidup lebih sehat, tentang keagamaan, keterampilan tangan, hingga cara merawat diri di usia lanjut.

“Di sini kita tambah ilmu. Kami juga diajari olahraga,” ujarnya. “Alhamdulillah, kami dikasih sertifikat.”

Setiap pertemuan menjadi ruang berbagi. Ada tawa, ada cerita sakit pinggang, ada juga obrolan tentang cucu. 

Bagi Ernawati, wisuda ini bukan garis akhir. Ia justru melihatnya sebagai awal baru. Selama tubuhnya masih kuat dan nafasnya masih panjang, ia ingin terus belajar. “Kalau saya masih sehat dan masih punya tenaga, saya mau ikut lagi. Ini kan baru standar satu (S1), nanti lanjut ke standar dua (S2),” katanya sambil tersenyum.

Perasaan serupa juga dirasakan Khairani, 70 tahun. Seumur hidupnya, ia tak pernah merasakan wisuda. Saat muda, sekolah bukan pilihan yang mudah. Hidup menuntut hal-hal lain untuk diprioritaskan. Maka ketika namanya dipanggil sebagai wisudawati, hatinya terasa penuh.

“Saya senang sekali. Waktu muda tidak pernah wisuda. Baru sekarang ini,” ucapnya. Nada suaranya sederhana, tapi menyimpan rasa bangga yang sulit disembunyikan.

Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, menjelaskan bahwa wisuda ini menandai selesainya satu tahap pembelajaran dalam Program Sekolah Lansia, yang merupakan bagian dari Program SIDAYA (Lanjut Usia Berdaya). Program ini dirancang untuk memastikan para lansia tetap aktif, sehat, dan berdaya sesuai kemampuan mereka.

“Para wisudawan telah mengikuti 12 kali pertemuan dengan kurikulum tujuh dimensi lansia tangguh,” kata Safrina. Tujuh dimensi itu meliputi aspek spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial, vokasional, dan lingkungan.

Aceh Besar memiliki modal sosial yang kuat untuk menjalankan program ini. Budaya gotong royong dan kekeluargaan membuat para lansia merasa diterima, didukung, dan dihargai. Itu pula yang membuat partisipasi mereka tinggi hingga mampu menuntaskan seluruh rangkaian pembelajaran.

“Menjadi lansia bukan berarti berhenti berperan,” ujarnya. “Justru pengalaman dan keteladanan para lansia sangat dibutuhkan oleh keluarga dan generasi muda.”

Di balik toga-toga sederhana yang mereka kenakan, tersimpan kisah panjang tentang keterbatasan, ketekunan, dan semangat untuk terus tumbuh. Wisuda ini mungkin tak mengubah masa lalu Ernawati dan Khairani. Namun di hari itu, mereka membuktikan bahwa masa tua juga harus dibarengi dengan ilmu. 

Tags: BKKBN AcehKisah Inspiratif LansiaPendidikan LansiaProgram SIDAYASekolah Lansia BKKBNWisuda Lansia AcehWisuda Sekolah Lansia
Previous Post

MU Incar Penyerang Ligue 1 dari Mali, Negosiasi Sudah Serius

Next Post

Hujan Sedang hingga Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Aceh Hari Ini

Related Posts

1.193 Lansia Aceh Besar Diwisuda, Wisudawan Tertua Berusia 90 Tahun

by Riska Zulfira
24 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 1.193 lansia mengikuti wisuda Sekolah Lansia Standar 1 (S1) di Kabupaten Aceh Besar. Para peserta berasal dari...

250 Anak Korban Banjir di Bireuen dan Pidie Jaya Jalani Pemulihan Trauma

by Riska Zulfira
10 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Sekitar 250 anak korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Bireuen serta dua lokasi pengungsian di Pidie Jaya...

Dalam Tiga Tahun, Jumlah Siswa Sekolah Lansia di Aceh Tembus 6.500 Orang

by Riska Zulfira
17 November 2025
0

MASAKINI.CO - Program Sekolah Lansia di Aceh berkembang pesat dalam tiga tahun terakhir. Hingga November 2025, sebanyak 298 Sekolah Lansia...

Next Post
BMKG: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Aceh

Hujan Sedang hingga Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Aceh Hari Ini

Disdik Aceh Minta Sekolah Terdampak Bencana Tetap Gelar Pembelajaran 5 Januari

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co