MASAKINI.CO – Harga emas di Banda Aceh kembali mengalami kenaikan, Rabu (7/1/2026) setelah sempat turun dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pantauan pasar, harga emas hari ini berada di angka Rp7.820.000 per mayam (3,3 gram), belum termasuk ongkos pembuatan.
Harga tersebut naik Rp30.000 dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di level Rp7.790.000 per mayam. Kenaikan ini mengakhiri tren penurunan harga emas yang terjadi sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
Pedagang emas di Banda Aceh, Daffa Shabirah, mengatakan kenaikan harga emas dipengaruhi oleh kondisi kembali memanasnya situasi geopolitik global yang mendorong investor beralih ke aset aman. Ia menjelaskan, sebelumnya harga emas sempat turun dari Rp7.740.000 ke Rp7.600.000 per mayam akibat aksi ambil untung oleh investor asing yang melepas emas dalam jumlah besar.
“Sekarang situasi berubah. Ada gejolak geopolitik internasional yang membuat investor kembali mencari aset aman. Itu yang membuat harga emas kembali naik,” kata Daffa.
Menurutnya, meningkatnya permintaan emas di pasar internasional berpotensi mendorong harga terus bergerak naik dalam waktu dekat. Menurutnya, tren ini dapat berlanjut jika ketidakpastian global masih berlangsung.
“Kalau minat investor terus naik, harga emas berpeluang tembus Rp8 juta per mayam di tahun 2026. Bisa jadi tidak sampai pertengahan tahun,” katanya.
Daffa menambahkan, kondisi ini menjadi keuntungan bagi masyarakat yang telah menyimpan emas, karena nilai jualnya terus meningkat seiring pergerakan harga pasar.










Discussion about this post