MASAKINI.CO – Pemerintah pusat mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh dengan fokus utama memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi menjelang Bulan Suci Ramadan. Penguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat antara Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri dan Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI, Rabu (7/1/2026).
Pemerintah menegaskan pentingnya meniadakan ego sektoral agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan cepat, terintegrasi, dan langsung dirasakan masyarakat terdampak.
Koordinator Lintas Sektor sekaligus Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, menekankan bahwa percepatan pemulihan menjadi krusial karena Aceh segera memasuki Ramadan. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat menjalani ibadah dengan aman dan kebutuhan dasar terpenuhi.
“Pemulihan pascabencana bukan hanya soal menyelesaikan pekerjaan fisik, tetapi memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara cepat, terutama menjelang Ramadan. Distribusi bahan makanan, air bersih untuk minum dan bersuci harus benar-benar lancar,” ujar Safrizal.
Sejumlah capaian pemulihan telah dilaporkan. Di sektor pendidikan, Kemendikdasmen membersihkan 2.756 sekolah terdampak dan mengaktifkan kembali pembelajaran di 2.468 sekolah. Pemerintah juga mendirikan 18 tenda belajar, menyiapkan 80 tenda tambahan, serta menyalurkan 15.500 paket perlengkapan sekolah dan tunjangan khusus guru terdampak senilai Rp15,7 miliar.
Di bidang kesehatan, Kementerian Kesehatan telah menurunkan sekitar 3.300 tenaga medis dan mengaktifkan hampir seluruh fasilitas layanan kesehatan, meski masih terdapat tiga puskesmas yang memerlukan relokasi. Pemerintah memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal selama masa pemulihan dan Ramadan.
Selain itu, percepatan rehabilitasi infrastruktur menjadi prioritas utama. Fokus diarahkan pada perbaikan jembatan dan akses jalan antarwilayah, normalisasi sungai, rehabilitasi tanggul dan bendungan, serta percepatan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak. Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan penanganan dilakukan serentak di seluruh kabupaten/kota terdampak sesuai skala prioritas.
Ketua Posko Pemulihan Bencana DPR RI, TA Khalid, menegaskan bahwa tidak boleh ada wilayah yang tetap terisolasi. Pemerintah pusat berkomitmen mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi secara berkelanjutan agar pemulihan pascabencana benar-benar mendorong Aceh bangkit, terutama dalam menyambut Ramadan dengan kondisi yang lebih aman dan layak bagi masyarakat.










Discussion about this post