MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Oktober 2, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Rupiah Tertekan, Ekonom Desak BI Naikkan Suku Bunga demi Jaga Kepercayaan Pasar

Redaksi by Redaksi
19 Mei 2026
in Nasional
0

Ilustrasi Gedung Bank Indonesia di Jakarta. Foto: istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah dinilai mulai memasuki fase serius dan tidak lagi hanya dipicu faktor eksternal seperti harga minyak dunia maupun arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Kondisi tersebut kini disebut telah menyentuh persoalan fundamental, terutama terkait kredibilitas kebijakan makroekonomi nasional.

Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai Bank Indonesia perlu segera mengambil langkah kebijakan yang lebih hawkish dan pre-emptive untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mempertahankan kepercayaan pasar.

RelatedPosts

Empat Marketplace Mulai Pungut PPh Pedagang 0,5 Persen

Dirjen Pas Imipas Mundur Usai Temuan Hunian Mewah dan Dugaan Pungli di Lapas Cibinong

10 Bangunan “Apartemen” di Lapas Cibinong Dibongkar, Tak Tercatat sebagai BMN

“Dalam situasi seperti ini, bank sentral tidak hanya sedang mengelola inflasi. Bank sentral sedang mempertahankan policy anchor itu sendiri,” ujar Fakhrul, mengutip infopublik, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, pasar mulai mempertanyakan arah stabilisasi rupiah, pengendalian inflasi, hingga koordinasi fiskal dan moneter pemerintah. Jika tidak direspons dengan langkah kebijakan yang kuat, biaya stabilisasi ekonomi dikhawatirkan akan semakin mahal di masa mendatang.

Fakhrul menilai minimnya sinyal penyesuaian kebijakan terkait harga energi domestik, subsidi, dan arah fiskal membuat tekanan penyesuaian akhirnya lebih banyak ditanggung oleh nilai tukar rupiah.

Dalam kondisi arus modal terbuka, situasi tersebut dinilai berpotensi memicu fenomena Dornbusch overshooting, yakni pelemahan nilai tukar yang bergerak lebih dalam akibat tekanan ekspektasi pasar.

Karena itu, ia mendorong Bank Indonesia kembali menggunakan pendekatan stabilisasi klasik berupa “Pre-emptive, Front Loading, and Ahead the Curve” seperti yang pernah diterapkan saat tekanan eksternal pada 2018.

Dalam konteks saat ini, langkah tersebut diperkirakan membutuhkan kenaikan BI Rate sebesar 50 basis poin.

“Kenaikan suku bunga kali ini bukan karena ekonomi runtuh atau inflasi sudah tinggi. Justru ini diperlukan agar kita tidak membayar harga yang lebih mahal di kemudian hari akibat kehilangan jangkar ekspektasi,” katanya.

Ia menegaskan, bank sentral di negara berkembang tidak bisa hanya berpatokan pada data inflasi yang bersifat backward-looking, tetapi juga harus menjaga ekspektasi pasar, stabilitas nilai tukar, dan kredibilitas kebijakan jangka menengah.

“Kalau menunggu inflasi muncul penuh di data, biasanya pasar sudah lebih dulu memaksa penyesuaian yang jauh lebih keras,” ujarnya.

Di sisi lain, Fakhrul menilai kenaikan suku bunga tidak selalu identik dengan tekanan besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, Indonesia masih memiliki instrumen makroprudensial yang cukup fleksibel untuk menjaga penyaluran kredit ke sektor prioritas.

“Ini bukan kebijakan anti-pertumbuhan. Ini adalah upaya menjaga stabilitas makro agar pertumbuhan tidak rusak lebih dalam akibat imported inflation, tekanan neraca, dan lonjakan risk premium,” tegasnya.

Ia juga menilai kebijakan hawkish Bank Indonesia dapat membantu memperbaiki struktur pasar keuangan domestik, terutama untuk mendorong normalisasi pasar obligasi tenor panjang.

Saat ini, aliran dana disebut masih terlalu terkonsentrasi pada instrumen jangka pendek seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), sehingga kurva imbal hasil dinilai belum sehat.

“Kita membutuhkan yield curve yang lebih sehat dan lebih steep. Kalau kredibilitas BI pulih dan volatilitas rupiah mulai turun, investor bisa kembali masuk ke obligasi tenor panjang,” katanya.

Fakhrul memperkirakan, jika respons kebijakan dilakukan secara cepat dan kredibel, fase overshooting rupiah berpotensi berbalik menjadi penguatan menuju kisaran Rp16.800 per dolar AS.

Selain kebijakan moneter, ia juga menekankan pentingnya komunikasi fiskal yang lebih kuat dari pemerintah, terutama terkait arah subsidi energi, strategi penerbitan obligasi, hingga diversifikasi sumber pembiayaan negara.

Menurutnya, Indonesia perlu mulai memperluas pembiayaan non-dolar AS, termasuk melalui skema pendanaan berbasis renminbi dan penerbitan Dim Sum Bond, seiring perubahan lanskap likuiditas global.

“Dunia sedang berubah. Likuiditas global tidak lagi hanya bertumpu pada dolar AS. Indonesia harus mulai membangun strategi pembiayaan yang lebih beragam,” pungkasnya.

Tags: Bank IndonesiaBI-RateInflasikebijakan moneterNilai Tukar Rupiahpasar keuanganRupiah tertekanStabilitas RupiahSuku Bungatekanan ekonomi
Previous Post

Wagub Aceh Desak Daerah Tuntaskan Data Pascabencana, Pemulihan Dinilai Masih Terkendala

Next Post

PFI Kecam Israel Cegat Kapal Kemanusiaan, Dua Jurnalis Republika Dilaporkan Ditahan

Related Posts

Pengguna QRIS di Aceh Tembus 848 Ribu 

by Riska Zulfira
29 September 2026
0

MASAKINI.CO – Penggunaan transaksi digital di Aceh terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga Agustus 2026, jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard...

GPM Banda Aceh Digelar Dua Hari, Paket Sembako Dijual Rp170 Ribu

by Aininadhirah
21 September 2026
0

MASAKINI.CO – Masyarakat Kota Banda Aceh kembali mendapat kesempatan membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga Rp170.000 melalui program Gerakan Pangan...

UMKM Aceh Cetak Transaksi Rp7,98 Miliar di KKI 2026, Bukti Produk Lokal Makin Kompetitif

by Riska Zulfira
27 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Aceh mencatatkan capaian positif dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Total...

Next Post

PFI Kecam Israel Cegat Kapal Kemanusiaan, Dua Jurnalis Republika Dilaporkan Ditahan

4.703 Jemaah Haji Embarkasi Banda Aceh Sudah Tiba di Tanah Suci

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co