MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Mei 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

BI Perkuat Intervensi Jaga Rupiah di Tengah Tekanan Global

Riska Zulfira by Riska Zulfira
14 April 2026
in Nasional
0

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, dalam seminar di Jakarta, Senin (13/4/2026)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bank Indonesia memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya tekanan global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menyebut kondisi global saat ini tidak biasa dan berpotensi mengguncang pasar keuangan, harga komoditas, serta perdagangan internasional.

RelatedPosts

Menkomdigi: Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online

BI dan Bareskrim Musnahkan 466 Ribu Lembar Uang Palsu

Kemendikdasmen Catat 400 Ribu Murid Berprestasi, Tegaskan SIMT Bukan Alat Pemeringkatan Sekolah

“Situasi ini membutuhkan respons kebijakan yang konsisten, pre-emptive, dan terukur untuk menjaga ketahanan ekonomi domestik,” ujarnya dalam seminar di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Menghadapi tekanan tersebut, BI mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing, baik di pasar off-shore melalui Non-Deliverable Forward (NDF) maupun di pasar domestik melalui transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Langkah ini didukung posisi cadangan devisa Indonesia yang masih kuat. Hingga akhir Maret 2026, cadangan devisa tercatat sebesar 148,3 miliar dolar AS, setara pembiayaan 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Selain intervensi pasar, BI juga memperketat tata kelola transaksi valas domestik dengan mewajibkan transaksi di atas 50 ribu dolar AS disertai dokumen underlying, guna memastikan aktivitas valas tetap mendukung sektor riil.

Ekonom menilai stabilitas rupiah tidak hanya dilihat dari level nilai tukar, tetapi juga tingkat volatilitasnya. Chief Economist Bank Central Asia, David Sumual, menegaskan stabilitas volatilitas menjadi kunci menjaga kepercayaan investor.

“Bagi pasar, yang penting bukan hanya level, tetapi stabilitas pergerakannya,” ujarnya.

Dari sisi fiskal, pemerintah melalui Kementerian Keuangan juga menjaga kepercayaan pasar dengan pengelolaan APBN yang disiplin. Sementara itu, CORE Indonesia menilai stabilitas nilai tukar penting untuk menahan tekanan inflasi, terutama dari kenaikan harga energi dan pangan.

BI juga memastikan likuiditas rupiah tetap terjaga melalui kebijakan moneter ekspansif. Hal ini tercermin dari pertumbuhan uang primer (M0) yang tetap tinggi sebagai indikator dukungan terhadap aktivitas ekonomi.

Di sisi lain, koordinasi BI dengan pemerintah terus diperkuat, termasuk dalam pengelolaan SBN dan menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik agar aliran modal asing tetap masuk.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS, BI juga memperluas penggunaan Local Currency Transaction (LCT) dengan negara mitra. Hingga akhir 2025, nilai transaksi LCT tercatat mencapai 25,72 miliar dolar AS atau meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan langkah tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global, sekaligus memastikan likuiditas dan kepercayaan pasar tetap terjaga demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Tags: Bank Indonesiacadangan devisa Indonesiaintervensi BIStabilitas Rupiahtekanan global
Previous Post

Data DTSEN 2026: Lebih dari 2,4 Juta Warga Aceh Masih di Kelompok Kesejahteraan Rendah

Next Post

Staf Ahli Mendikdasmen Tinjau TKA di Aceh

Related Posts

BI dan Bareskrim Musnahkan 466 Ribu Lembar Uang Palsu

by Riska Zulfira
14 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Bank Indonesia bersama Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia dan unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal)...

BI Luncurkan GPIPS, Jurus Baru Jaga Harga Pangan dan Stabilkan Inflasi

BI Luncurkan GPIPS, Jurus Baru Jaga Harga Pangan dan Stabilkan Inflasi

by Ulfah
12 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Bank Indonesia (BI) meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) sebagai strategi baru untuk menjaga stabilitas harga...

Rupiah Mendekati Rp17.000 per Dolar AS, Apa Strategi Purbaya ?

by Ulfah
22 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengadakan rapat terbatas untuk membahas pelemahan nilai tukar rupiah di Wisma Negara, Jakarta...

Next Post

Staf Ahli Mendikdasmen Tinjau TKA di Aceh

Harga Emas Kembali Naik, Perhiasan Tembus Rp8,31 Juta per Mayam

Discussion about this post

CERITA

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co