MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Mei 29, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Pelemahan Rupiah Dinilai Dipicu Tekanan Global, Bukan Fundamental Ekonomi Indonesia

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
29 Mei 2026
in Nasional
0

Pegawai bank menunjukkan uang rupiah dan dolar AS. I Foto: via infopublik

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pelemahan nilai tukar rupiah belakangan ini dinilai lebih dipengaruhi tekanan global dan ketidakseimbangan penyesuaian kebijakan ekonomi, bukan karena fundamental ekonomi Indonesia yang memburuk.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, mengatakan rupiah saat ini berada dalam kondisi overshooting, yakni pelemahan kurs yang bergerak lebih dalam dibanding kondisi fundamental ekonomi nasional.

RelatedPosts

Prabowo: Stabilitas Timur Tengah Pengaruhi Energi Dunia dan Rantai Pasok Global

Anggaran Obat Gangguan Jiwa Naik Lima Kali Lipat, Kemenkes Perluas Akses Pengobatan Skizofrenia

Transformasi Digital Melaju, Indosat Ingatkan Ancaman Siber di Indonesia Kian Mengkhawatirkan

“Pasar keuangan tidak hanya membaca data hari ini. Pasar membaca arah kebijakan, kredibilitas respons, dan kemampuan negara menjaga stabilitas di tengah perubahan global yang sangat cepat,” kata Fakhrul, mengutip infopublik, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, tekanan terhadap rupiah muncul karena nilai tukar menjadi penampung utama berbagai tekanan ekonomi yang seharusnya tersebar ke sejumlah sektor lain. Saat harga energi global naik, pemerintah dinilai menahan penyesuaian harga domestik demi menjaga daya beli masyarakat sehingga tekanan akhirnya berpindah ke pasar valuta asing.

“Inflasi ditahan, harga energi ditahan, tetapi tekanan ekonominya tidak hilang. Tekanan itu pindah ke kurs,” ujarnya.

Fakhrul menjelaskan tekanan terhadap rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, penguatan dolar Amerika Serikat, tingginya imbal hasil obligasi AS, ketegangan geopolitik, hingga fragmentasi perdagangan dunia menjadi faktor dominan.

Sementara dari dalam negeri, pasar menyoroti belum optimalnya sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter. Kondisi itu membuat Bank Indonesia dan rupiah harus bekerja lebih keras menjaga stabilitas ekonomi.

Ia menilai langkah Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi sinyal penting untuk menjaga kredibilitas kebijakan dan meredam tekanan pasar.

Meski rupiah melemah, Fakhrul menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih relatif terjaga. Inflasi dinilai tetap terkendali, sektor perbankan stabil, dan pertumbuhan ekonomi masih positif.

Namun, ia mengingatkan tekanan kurs yang berkepanjangan mulai berdampak pada sektor riil, terutama industri yang bergantung pada impor bahan baku, mesin, dan pembiayaan.

“Kalau kondisi seperti ini terlalu lama, perusahaan bisa mulai menahan ekspansi, mengurangi investasi, dan lebih defensif dalam perekrutan tenaga kerja,” katanya.

Fakhrul menilai stabilisasi rupiah tidak bisa hanya dibebankan kepada Bank Indonesia. Ia menekankan pentingnya koordinasi kebijakan fiskal dan moneter agar pasar memperoleh kepastian arah ekonomi nasional.

“Pasar ingin melihat pemerintah dan bank sentral bergerak ke arah yang sama,” ujarnya.

Tags: BI-RateEkonomi IndonesiaKurs DollarNilai Tukarrupiah melemahtekanan global
Previous Post

Di Antara Barak dan Doa

Next Post

Prabowo: Stabilitas Timur Tengah Pengaruhi Energi Dunia dan Rantai Pasok Global

Related Posts

Rupiah Tertekan, Ekonom Desak BI Naikkan Suku Bunga demi Jaga Kepercayaan Pasar

by Redaksi
19 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah dinilai mulai memasuki fase serius dan tidak lagi hanya dipicu faktor eksternal seperti...

BI Perkuat Intervensi Jaga Rupiah di Tengah Tekanan Global

by Riska Zulfira
14 April 2026
0

MASAKINI.CO – Bank Indonesia memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya tekanan global akibat eskalasi...

BPS: Ekonomi Indonesia Tahun 2025 Tumbuh 5,11 Persen

BPS: Ekonomi Indonesia Tahun 2025 Tumbuh 5,11 Persen

by Ulfah
5 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar...

Next Post

Prabowo: Stabilitas Timur Tengah Pengaruhi Energi Dunia dan Rantai Pasok Global

51 Gempa Guncang Aceh dalam Sepekan, Aktivitas Terbanyak Terjadi di Gayo Lues

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co