MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Agustus 18, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

43 Hari Pasca Bencana, 11 Ribu Warga di Aceh Tengah Masih Terisolir

Riska Zulfira by Riska Zulfira
7 Januari 2026
in News
0
Menggapai Desa yang Terputus

Petugas dan relawan menyiapkan bantuan di tepi sungai untuk dikirim ke lokasi yang terisolir, Selasa (2/12/2025). | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sebanyak 11.657 jiwa di Kabupaten Aceh Tengah masih terisolir akibat bencana tanah longsor dan banjir bandang yang terjadi sejak akhir November 2025. Hingga awal Januari 2026, puluhan desa di sejumlah kecamatan belum sepenuhnya dapat diakses karena kerusakan parah pada jalan dan jembatan.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, mengatakan wilayah terisolir tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge. Total terdapat 26 desa yang masih mengalami keterbatasan akses, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

RelatedPosts

MUSDA VI Demokrat Aceh Digelar Besok, Sekjen DPP Akan Hadir

Pemko Banda Aceh Tegaskan Penegakan Syariat Islam Tak Pandang Bulu, Termasuk ASN

Tekan Overkapasitas, Ditjenpas Aceh Rencanakan Penambahan Lapas di Subulussalam

“Kondisi terisolir ini disebabkan oleh timbunan longsor yang menutup badan jalan serta putusnya sejumlah jembatan vital penghubung antarwilayah,” kata Andalika, Rabu (7/1/2026).

Berdasarkan data BPBD Aceh Tengah, Kecamatan Ketol menjadi wilayah dengan jumlah warga terisolir terbanyak, mencapai 4.951 jiwa. Terputusnya jembatan seperti Jembatan Berawang Gajah dan Jembatan Bergang/Ayun, serta longsor di sejumlah titik jalan, membuat akses ke beberapa desa belum bisa dilalui.

Sementara itu, di Kecamatan Rusip Antara, sebanyak 2.765 jiwa masih terisolir. Beberapa jalur sudah bisa dilalui kendaraan roda dua, namun akses roda empat masih tertutup akibat jembatan putus dan material longsor yang belum sepenuhnya dibersihkan.

Di Kecamatan Linge, tercatat 2.362 jiwa terdampak isolasi. Kerusakan jembatan kabupaten dan longsor tanah menjadi penyebab utama terhambatnya mobilitas warga di wilayah tersebut. Sebagian desa hanya dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua.

Adapun Kecamatan Bintang mencatat 1.325 jiwa masih terisolir akibat longsor yang menutup badan jalan secara total, sementara Kecamatan Silih Nara terdapat 254 jiwa yang terisolir karena putusnya jembatan penghubung antar desa.

Andalika menambahkan, secara keseluruhan bencana banjir dan longsor telah berdampak pada 14 kecamatan di Aceh Tengah. Namun saat ini fokus penanganan diarahkan pada lima kecamatan yang masih terisolir.

“Upaya pembukaan akses terus kami lakukan, baik melalui pembersihan material longsor maupun pembangunan jembatan darurat. Prioritas kami memastikan jalur logistik, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terhubung kembali,” ujarnya.

Tags: Aceh TengahBanjir LongsorBencana AcehBPBD Aceh TengahWarga Terisolir
Previous Post

Harga Emas Banda Aceh Kembali Naik, Sinyal Tembus Rp8 Juta per Mayam

Next Post

1.000 Huntap untuk Korban Bencana Bireuen Mulai Dibangun

Related Posts

96 Kios Pasar Jagong Jeget Aceh Tengah Hangus Terbakar

by Riska Zulfira
9 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Kebakaran hebat melanda Pasar Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (9/8/2026). Sebanyak 96 kios dan ruko berkonstruksi...

PFI Luncurkan Buku Prahara Pulau Emas, Rekam Jejak Bencana dalam 130 Foto Jurnalistik

by Aininadhirah
3 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pewarta Foto Indonesia (PFI) meluncurkan buku Prahara Pulau Emas sebagai bagian dari rangkaian pameran foto jurnalistik bertajuk sama...

Delapan Bulan Pascabencana, Tambang dan Perambahan Hutan Masih Terjadi di Nagan Raya

by Riska Zulfira
27 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Delapan bulan setelah bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah Aceh, Yayasan APEL Green Aceh menyoroti masih berlangsungnya aktivitas yang...

Next Post
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Dipercepat

1.000 Huntap untuk Korban Bencana Bireuen Mulai Dibangun

Sesko Cetak Dua Gol, MU Imbang 2-2 Lawan Burnley dan Jatuh ke Peringkat Ketujuh

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co