MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Oktober 27, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Delapan Bulan Pascabencana, Tambang dan Perambahan Hutan Masih Terjadi di Nagan Raya

Riska Zulfira by Riska Zulfira
27 Juli 2026
in News
0

Sungai di Kecamatan Beutong, Nagan Raya. | Foto: Yayasan HAkA

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Delapan bulan setelah bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah Aceh, Yayasan APEL Green Aceh menyoroti masih berlangsungnya aktivitas yang dinilai berpotensi memperparah kerusakan lingkungan, mulai dari perambahan hutan hingga persoalan pertambangan di kawasan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya.

APEL Green Aceh menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh persoalan mendasar terkait pengelolaan kawasan hutan dan perlindungan lingkungan.

RelatedPosts

Pemerintah Aceh Ajukan Rancangan APBA 2027 Sebesar Rp10,37 Triliun

Satpol PP-WH Banda Aceh Tertibkan Tujuh Lapak PKL di Jalan Pante Kulu

Mediasi Perceraian di Aceh Terbentur Tekad Pasangan untuk Berpisah

Direktur Yayasan APEL Green Aceh, Syukur Tadu, mengatakan bencana yang terjadi menjadi pengingat penting bahwa kerusakan ekosistem harus menjadi perhatian serius pemerintah.

“Jika pemerintah benar-benar ingin mengambil pelajaran dari bencana, maka penyelamatan hutan harus menjadi bagian utama dari kebijakan pemulihan,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Menurut APEL Green Aceh, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan aktivitas perambahan kawasan hutan produksi di Kabupaten Nagan Raya masih ditemukan. Selain itu, dugaan aktivitas illegal logging di wilayah Beutong Ateuh Banggalang juga masih menjadi perhatian masyarakat sipil.

APEL Green Aceh menilai kesepakatan Pemerintah Aceh bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait pemberantasan kejahatan kehutanan perlu dibuktikan dengan langkah nyata di lapangan.

“Komitmen penyelamatan hutan harus diwujudkan dalam tindakan, bukan hanya menjadi dokumen atau pernyataan,” kata Syukur.

Selain persoalan perambahan hutan, APEL Green Aceh juga menyoroti kondisi Rawa Tripa yang kembali mengalami kebakaran lahan pada Juni dan Juli 2026. Mereka meminta pemerintah memastikan pemulihan kawasan gambut berjalan sesuai putusan hukum yang telah berkekuatan tetap.

Di sisi lain, APEL Green Aceh menyoroti aspirasi masyarakat Beutong Ateuh Banggalang yang selama ini menyuarakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan di wilayah tersebut. Menurut mereka, hutan di kawasan itu memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun sosial budaya.

“Pascabencana ini menjadi momentum untuk memastikan arah pembangunan Aceh tidak mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan hak masyarakat terhadap ruang hidupnya,” ujar Syukur.

APEL Green Aceh berharap pemerintah dapat memperkuat pengawasan terhadap kawasan hutan, menindak aktivitas yang melanggar aturan, serta memastikan setiap kebijakan pembangunan tetap mempertimbangkan risiko lingkungan.

Tags: APEL Green AcehBencana AcehBeutong Ateuh BanggalangNagan Rayapenyelamatan hutanPerambahan HutanTambang Ilegal
Previous Post

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Stabil

Next Post

Rp2,5 Triliun Digelontorkan untuk Pulihkan 117.923 Hektare Sawah dan Kebun di Aceh

Related Posts

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Tinggi, Nagan Raya Masuk Status Waspada

by Riska Zulfira
2 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi di Provinsi Aceh untuk dasarian I...

Nagan Raya Siapkan Pembentangan Merah Putih 24 Km, Presiden Prabowo Diundang

by Riska Zulfira
27 September 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menyiapkan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 24 kilometer dalam rangka memperingati Hari Pahlawan...

Polda Aceh Periksa Forensik TKP Karhutla di HGU PT GSM Nagan Raya

by Redaksi
16 September 2026
0

MASAKINI.CO – Polda Aceh melakukan pemeriksaan forensik di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kawasan HGU PT Gelora Sawita Makmur...

Next Post

Rp2,5 Triliun Digelontorkan untuk Pulihkan 117.923 Hektare Sawah dan Kebun di Aceh

Pameran Prahara Pulau Emas Tampilkan Jejak Bencana Sumatra Lewat Foto Jurnalistik di Tanah Datar

Discussion about this post

CERITA

Gampong Nusa, Merawat Tradisi Aceh Lewat Wisata Budaya dan Permainan Masa Kecil

26 Oktober 2026

Semalam Bersama Kanye West

25 Oktober 2026

Desa Wisata Ulee Lheue Tawarkan Sensasi Ngopi di Atas Perahu

22 Oktober 2026

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co