MASAKINI.CO – Hipertensi dan diabetes menjadi dua penyakit tidak menular (PTM) yang paling banyak ditangani di Kota Banda Aceh. Berdasarkan data pelayanan puskesmas, ribuan warga telah mendapatkan layanan kesehatan untuk kedua penyakit tersebut sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), drg. Supriyadi, mengatakan hipertensi dan diabetes masih menjadi persoalan utama dalam pengendalian penyakit tidak menular di daerah itu.
“Untuk penyakit tidak menular, di Banda Aceh yang paling tinggi adalah hipertensi dan diabetes berdasarkan data layanan di puskesmas,” kata Supriyadi, Kamis (10/9/2026).
Ia menjelaskan, kedua penyakit tersebut masuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Artinya, warga yang telah terdiagnosis harus mendapatkan pelayanan sesuai standar, mulai dari pemeriksaan, pengobatan, hingga pemantauan rutin.
Data Dinkes Banda Aceh mencatat, sebanyak 3.672 warga mendapatkan pelayanan untuk hipertensi selama periode Januari-Juni 2026. Sementara untuk diabetes, jumlah warga yang mendapatkan layanan mencapai 2.614 orang.
Menurut Supriyadi, penanganan hipertensi dan diabetes dimulai dari deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah saat ini adalah melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang di dalamnya mencakup pemeriksaan tekanan darah dan risiko diabetes.
“Kalau sudah terdiagnosis hipertensi dan diabetes, maka wajib dilakukan pendampingan, konsumsi obat, serta pemantauan setiap bulan melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis),” ujarnya.
Melalui Prolanis, pasien mendapatkan pemantauan rutin di puskesmas, termasuk pemeriksaan kesehatan, edukasi, serta kegiatan pendukung seperti senam bersama untuk membantu menjaga kondisi tubuh.
Supriyadi mengatakan pengendalian hipertensi dan diabetes tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara berkala dan menerapkan pola hidup sehat.
Ia mengingatkan, kedua penyakit tersebut dapat meningkatkan risiko komplikasi apabila tidak dikendalikan sejak awal. Karena itu, masyarakat diimbau memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang tersedia di puskesmas.
“Semakin cepat diketahui, semakin mudah dilakukan pengendalian,” katanya.








Discussion about this post