MASAKINI.CO – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman kesehatan di Kota Banda Aceh, terutama bagi kelompok usia produktif. Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh mencatat kelompok usia 45 hingga 54 tahun menjadi yang paling banyak terdampak penyakit tersebut sepanjang 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, mengatakan terdapat 248 kasus TBC yang ditemukan pada kelompok usia 45-54 tahun. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kelompok usia lainnya.
“Kelompok usia yang paling banyak terdampak TBC pada tahun 2025 adalah usia 45 hingga 54 tahun dengan 248 kasus, disusul usia 55 hingga 65 tahun sebanyak 222 kasus,” kata Wahyudi, Rabu (3/6/2026).
Secara keseluruhan, jumlah pasien TBC sensitif obat (SO) yang menjalani pengobatan di Banda Aceh pada 2025 mencapai 1.617 kasus. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 1.485 kasus.
Selain TBC sensitif obat, Dinkes juga mencatat terdapat 17 kasus TBC resisten obat (RO) yang menjalani pengobatan selama 2025. Meski lebih rendah dibandingkan 40 kasus pada 2024, penyakit tersebut tetap menjadi perhatian karena membutuhkan penanganan yang lebih kompleks.
Tidak hanya menyerang orang dewasa, TBC juga masih ditemukan pada kelompok anak-anak. Sepanjang 2025, tercatat 61 kasus pada anak usia 0-4 tahun dan 57 kasus pada usia 5-14 tahun.
Wahyudi menjelaskan, tingginya temuan kasus TBC pada kelompok usia produktif menunjukkan pentingnya deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan hingga tuntas. Menurutnya, penderita yang tidak menyelesaikan pengobatan berisiko menularkan penyakit kepada orang lain dan meningkatkan kemungkinan munculnya TBC resisten obat.
Saat ini, kata dia, temuan kasus terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam dengan total 797 kasus yang berasal dari layanan puskesmas, rumah sakit, klinik, dan dokter praktik mandiri. Disusul wilayah kerja Puskesmas Banda Raya sebanyak 225 kasus dan Puskesmas Baiturrahman sebanyak 134 kasus.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, demam berkepanjangan, atau berkeringat pada malam hari untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan guna mencegah penularan yang lebih luas.










Discussion about this post