MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Oktober 7, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

891 Kasus HIV/AIDS Tercatat di Banda Aceh, Pemko Perkuat Pengendalian Penyakit ATM

Redaksi by Redaksi
8 Juli 2026
in Daerah
0

Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan Pengendalian Penyakit ATM tingkat Kota Banda Aceh yang digelar di Balee Keurukon, Selasa (7/7/2026). | Foto: Diskominfotik Banda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat upaya pengendalian penyakit AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) melalui penguatan kerja sama lintas sektor. Langkah tersebut dilakukan menyusul masih ditemukannya kasus HIV/AIDS dan peningkatan kasus TBC di ibu kota Provinsi Aceh.

Penguatan sinergi itu dibahas dalam Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan Pengendalian Penyakit ATM tingkat Kota Banda Aceh yang digelar di Balee Keurukon, Selasa (7/7/2026).

RelatedPosts

Pemko Banda Aceh Dorong Sekolah Inklusif Jadi Ruang Aman bagi Semua Anak

68 Mukim di Aceh Besar Diakui sebagai Masyarakat Hukum Adat

Bahasa Aceh Mulai Ditinggalkan Generasi Muda, Bupati Aceh Besar Ingatkan Ancaman Hilangnya Identitas

Asisten Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Banda Aceh, Bachtiar, mengatakan pengendalian penyakit ATM membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, sektor swasta, maupun dunia usaha.

Menurutnya, penanganan penyakit tersebut tidak cukup hanya melalui layanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan pencegahan, edukasi, serta dukungan bersama agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang optimal.

“Kita bersyukur capaian pengendalian penyakit ATM menunjukkan tren positif. Ini jadi motivasi untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan ke depan,” ujar Bachtiar.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, kasus HIV/AIDS masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang mendapat perhatian serius. Hingga akhir Maret 2026, tercatat sebanyak 891 kasus HIV/AIDS, dengan rincian 735 kasus HIV dan 156 kasus AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, mengatakan angka penemuan kasus HIV/AIDS dalam beberapa tahun terakhir cenderung meningkat. Namun, peningkatan tersebut tidak hanya disebabkan oleh penularan, tetapi juga dipengaruhi semakin luasnya layanan skrining, meningkatnya akses masyarakat terhadap pemeriksaan HIV, serta aktifnya upaya penjangkauan dan deteksi dini di fasilitas kesehatan maupun komunitas.

Selain HIV/AIDS, pengendalian TBC juga menjadi perhatian pemerintah kota. Data Dinas Kesehatan menunjukkan jumlah pasien TBC yang menjalani pengobatan mengalami peningkatan dari 1.485 kasus pada 2024 menjadi 1.617 kasus pada 2025.

Pada 2025, kelompok usia dewasa menjadi kelompok yang paling banyak ditemukan kasus TBC. Kasus tertinggi tercatat pada kelompok usia 45–54 tahun sebanyak 248 kasus, disusul usia 55–65 tahun sebanyak 222 kasus.

Sementara itu, kasus TBC pada anak juga masih ditemukan. Pada 2025 tercatat 61 kasus pada kelompok usia 0–4 tahun dan 57 kasus pada usia 5–14 tahun.

Bachtiar menegaskan, pengendalian penyakit ATM harus menjadi tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kemitraan agar upaya pencegahan, pengobatan, dan edukasi masyarakat dapat berjalan lebih maksimal.

“Investasi dalam kesehatan adalah investasi masa depan. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus berjalan bersama untuk mewujudkan Banda Aceh yang tangguh, produktif, dan bebas dari AIDS, TBC, serta malaria,” pungkasnya.

Melalui forum tersebut, Pemko Banda Aceh berharap koordinasi antarinstansi semakin kuat sehingga penanganan penyakit ATM dapat dilakukan secara lebih terpadu, mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tags: Dinas Kesehatan Banda Acehkasus TBCPemerintah Banda AcehPenanganan HIV/AIDSTuberkulosis (TBC)
Previous Post

Perkuat Kajian Filologi Arab–Melayu, Prodi BSA UIN Ar-Raniry dan USIM Bangun Kolaborasi

Next Post

Kasus Penelantaran Anak, Pelaku Dihukum Pidana Kerja Sosial Selama 100 Jam

Related Posts

Pemko Banda Aceh Dorong Koperasi Merah Putih Masuk Ekosistem Digital

by Riska Zulfira
6 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mendorong Koperasi Merah Putih Syariah (KDMPS) mempercepat transformasi digital agar pengelolaan koperasi lebih tertata...

Dua Pos Pengawasan Syariat Berdiri di Kawasan Wisata Banda Aceh, Petugas Jaga 24 Jam

by Ahmad Mufti
4 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh meresmikan dua Pos Pengawasan Syariat Islam di kawasan wisata Titik Nol Kilometer Kota Banda...

52 SKPD Banda Aceh Dilatih Kelola Data Sektoral

by Redaksi
4 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 52 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh mengikuti workshop pemanfaatan Portal Satu...

Next Post

Kasus Penelantaran Anak, Pelaku Dihukum Pidana Kerja Sosial Selama 100 Jam

UKM Taekwondo UIN Ar-Raniry Borong 16 Medali di Aceh Student Championship 2.0

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co