MASAKINI.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mempercepat digitalisasi keuangan daerah. Hal tersebut disampaikan saat membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Aceh di Hotel Harmoni, Kota Langsa, Senin (6/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri para bupati dan wali kota se-Aceh dengan mengusung tema “Sinergi Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Keuangan untuk Pemulihan Ekonomi Aceh Pasca Bencana”.
M. Nasir mengatakan, pengendalian inflasi dan digitalisasi keuangan merupakan dua agenda yang saling berkaitan dan menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
“Pengendalian inflasi dan digitalisasi keuangan adalah dua agenda yang saling melengkapi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan saat terjadi kenaikan harga, tetapi harus dibangun melalui sistem yang terencana dan berkelanjutan. Mulai dari penguatan produksi, kelancaran distribusi, hingga ketersediaan cadangan pangan di daerah.
M. Nasir juga meminta TPID kabupaten/kota memperkuat koordinasi antarwilayah agar stabilitas harga tetap terjaga. Daerah dengan surplus produksi, kata dia, diharapkan dapat membantu daerah lain yang mengalami kekurangan pasokan.
“Daerah yang surplus harus bisa menjadi penyangga bagi daerah lain agar disparitas harga dapat ditekan,” tegasnya.
Di sisi lain, Sekda Aceh turut mendorong percepatan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Menurutnya, digitalisasi keuangan bukan hanya meningkatkan efisiensi dan transparansi, tetapi juga membuka akses lebih luas bagi pelaku usaha kecil dalam ekosistem ekonomi digital.
“Digitalisasi harus memberi dampak langsung, termasuk bagi UMKM, petani, dan nelayan,” katanya.
Ia menambahkan, pemanfaatan sistem transaksi non-tunai juga dapat memperkuat akuntabilitas serta meningkatkan pendapatan daerah melalui layanan publik yang lebih modern.
Dalam kesempatan itu, M. Nasir mengapresiasi dukungan Bank Indonesia, OJK, serta perbankan yang terus bersinergi dengan Pemerintah Aceh dalam mendorong transformasi ekonomi daerah.
“Dengan sinergi ini, kita optimistis daya beli masyarakat tetap terjaga dan pemulihan ekonomi Aceh dapat berjalan lebih cepat,” tutupnya.










Discussion about this post