MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, September 8, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Belum Semua Puskesmas Layani TBC Secara Lengkap, Penanganan Dilakukan Lewat Sistem Klaster

Riska Zulfira by Riska Zulfira
4 Juni 2026
in News
0

Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, Wahyudi | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh menyebut belum seluruh puskesmas memiliki layanan penanganan tuberkulosis (TBC) secara lengkap. Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, penanganan TBC saat ini dilakukan melalui sistem klaster di fasilitas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, mengatakan sistem klaster diterapkan untuk mengintegrasikan layanan TBC ke dalam berbagai kelompok pelayanan kesehatan yang ada di puskesmas.

RelatedPosts

Kebakaran Tiga Rumah Barak di Aceh Selatan, Anak 5 Tahun Meninggal Dunia

Seksi Padang Tiji-Seulimeum Tol Sibanceh Ditutup Sementara untuk Uji Kelayakan Operasi

Jelang Maulid Nabi, Harga Ikan Tongkol dan Udang di Banda Aceh Naik

“Belum seluruh puskesmas memiliki layanan dan fasilitas penanganan TBC yang memadai. Saat ini puskesmas sudah menggunakan sistem pelayanan berbasis klaster,” kata Wahyudi, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, pelayanan TBC tersebar dalam beberapa klaster. Klaster II menangani layanan ibu dan anak, Klaster III untuk pelayanan dewasa dan lansia, Klaster IV berfokus pada surveilans TBC, sementara Klaster V menangani pemeriksaan laboratorium dan farmasi.

Menurut Wahyudi, pola pelayanan tersebut dilakukan untuk memastikan pasien TBC tetap mendapatkan layanan pemeriksaan, pemantauan, hingga pengobatan sesuai kebutuhan meski belum seluruh puskesmas memiliki fasilitas yang sama.

Data Dinkes Banda Aceh, terakhir terdapat 1.617 kasus TBC sensitif obat (TBC SO) dan 17 kasus TBC resisten obat (TBC RO) yang menjalani pengobatan di Kota Banda Aceh.

Dalam penanganan kasus tersebut, Dinkes didukung oleh jaringan fasilitas kesehatan yang terdiri atas 12 rumah sakit pemerintah dan swasta, 11 puskesmas, 22 klinik, serta empat dokter praktik mandiri yang aktif menjalankan program penanggulangan TBC.

Selain pelayanan kesehatan, Dinkes juga terus memperkuat upaya pengendalian TBC melalui penyuluhan dan sosialisasi di tingkat gampong, kunjungan rumah pasien, pelibatan kader kesehatan, serta kegiatan skrining untuk menemukan kasus lebih dini.

Wahyudi menambahkan, ketersediaan obat anti tuberkulosis (OAT) kombinasi tetap saat ini masih mencukupi kebutuhan pasien. Namun, persediaan obat lepasan masih terbatas dan terus menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan.

Menurutnya, keberhasilan pengendalian TBC tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sejak dini dan menjalani pengobatan hingga tuntas.

“Penanganan TBC harus dilakukan secara bersama-sama. Semakin cepat kasus ditemukan dan diobati, maka risiko penularan di masyarakat juga dapat ditekan,” ujarnya.

Tags: Dinkes Banda AcehKasus TBC Banda AcehLayanan TBCpuskesmas banda acehTBC Banda Aceh
Previous Post

Harga Emas Perhiasan Melonjak Tajam, Emas Batangan Justru Turun

Next Post

Lebih 10 Ribu Pekerja Rentan di Banda Aceh Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Related Posts

Dinkes dan BBPOM Aceh Temukan Jamu Tanpa Izin Edar di Banda Aceh

by Redaksi
8 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Aceh menemukan sejumlah produk...

Usia 45-54 Tahun Jadi Kelompok Paling Banyak Terdampak TBC di Banda Aceh

by Riska Zulfira
3 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman kesehatan di Kota Banda Aceh, terutama bagi kelompok usia produktif. Dinas Kesehatan Kota...

Kasus HIV/AIDS di Banda Aceh Tembus 891, Stigma dan Pasien Putus Obat Jadi Tantangan

by Riska Zulfira
1 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Kasus HIV/AIDS di Kota Banda Aceh terus menjadi perhatian pemerintah. Hingga akhir Maret 2026, Dinas Kesehatan Kota Banda...

Next Post

Lebih 10 Ribu Pekerja Rentan di Banda Aceh Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Satpol PP-WH Banda Aceh Awasi Aktivitas Media Sosial yang Dinilai Tak Wajar

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co