MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Juni 4, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Belum Semua Puskesmas Layani TBC Secara Lengkap, Penanganan Dilakukan Lewat Sistem Klaster

Riska Zulfira by Riska Zulfira
4 Juni 2026
in News
0

Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, Wahyudi | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh menyebut belum seluruh puskesmas memiliki layanan penanganan tuberkulosis (TBC) secara lengkap. Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, penanganan TBC saat ini dilakukan melalui sistem klaster di fasilitas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, mengatakan sistem klaster diterapkan untuk mengintegrasikan layanan TBC ke dalam berbagai kelompok pelayanan kesehatan yang ada di puskesmas.

RelatedPosts

Satpol PP-WH Banda Aceh Awasi Aktivitas Media Sosial yang Dinilai Tak Wajar

Harga Emas Perhiasan Melonjak Tajam, Emas Batangan Justru Turun

Gaji ke-13 ASN Aceh Timur Cair Mulai 5 Juni, Bupati Minta Belanja di Pasar Lokal

“Belum seluruh puskesmas memiliki layanan dan fasilitas penanganan TBC yang memadai. Saat ini puskesmas sudah menggunakan sistem pelayanan berbasis klaster,” kata Wahyudi, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, pelayanan TBC tersebar dalam beberapa klaster. Klaster II menangani layanan ibu dan anak, Klaster III untuk pelayanan dewasa dan lansia, Klaster IV berfokus pada surveilans TBC, sementara Klaster V menangani pemeriksaan laboratorium dan farmasi.

Menurut Wahyudi, pola pelayanan tersebut dilakukan untuk memastikan pasien TBC tetap mendapatkan layanan pemeriksaan, pemantauan, hingga pengobatan sesuai kebutuhan meski belum seluruh puskesmas memiliki fasilitas yang sama.

Data Dinkes Banda Aceh, terakhir terdapat 1.617 kasus TBC sensitif obat (TBC SO) dan 17 kasus TBC resisten obat (TBC RO) yang menjalani pengobatan di Kota Banda Aceh.

Dalam penanganan kasus tersebut, Dinkes didukung oleh jaringan fasilitas kesehatan yang terdiri atas 12 rumah sakit pemerintah dan swasta, 11 puskesmas, 22 klinik, serta empat dokter praktik mandiri yang aktif menjalankan program penanggulangan TBC.

Selain pelayanan kesehatan, Dinkes juga terus memperkuat upaya pengendalian TBC melalui penyuluhan dan sosialisasi di tingkat gampong, kunjungan rumah pasien, pelibatan kader kesehatan, serta kegiatan skrining untuk menemukan kasus lebih dini.

Wahyudi menambahkan, ketersediaan obat anti tuberkulosis (OAT) kombinasi tetap saat ini masih mencukupi kebutuhan pasien. Namun, persediaan obat lepasan masih terbatas dan terus menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan.

Menurutnya, keberhasilan pengendalian TBC tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sejak dini dan menjalani pengobatan hingga tuntas.

“Penanganan TBC harus dilakukan secara bersama-sama. Semakin cepat kasus ditemukan dan diobati, maka risiko penularan di masyarakat juga dapat ditekan,” ujarnya.

Tags: Dinkes Banda AcehKasus TBC Banda AcehLayanan TBCpuskesmas banda acehTBC Banda Aceh
Previous Post

Harga Emas Perhiasan Melonjak Tajam, Emas Batangan Justru Turun

Next Post

Lebih 10 Ribu Pekerja Rentan di Banda Aceh Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Related Posts

Usia 45-54 Tahun Jadi Kelompok Paling Banyak Terdampak TBC di Banda Aceh

by Riska Zulfira
3 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman kesehatan di Kota Banda Aceh, terutama bagi kelompok usia produktif. Dinas Kesehatan Kota...

Kasus HIV/AIDS di Banda Aceh Tembus 891, Stigma dan Pasien Putus Obat Jadi Tantangan

by Riska Zulfira
1 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Kasus HIV/AIDS di Kota Banda Aceh terus menjadi perhatian pemerintah. Hingga akhir Maret 2026, Dinas Kesehatan Kota Banda...

Wamenkes Dijadwalkan Kunjungi Banda Aceh, Kemenkes Fokus Pantau Layanan Imunisasi

by Ahmad Mufti
7 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mulai mematangkan persiapan Kunjungan Lapangan Tematik (Kumlaptik) yang akan digelar di Banda...

Next Post

Lebih 10 Ribu Pekerja Rentan di Banda Aceh Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Satpol PP-WH Banda Aceh Awasi Aktivitas Media Sosial yang Dinilai Tak Wajar

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co