MASAKINI.CO – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan sekitar 4.000 relawan kesehatan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di beberapa wilayah Sumatra. Data dari Health Emergency Operation Center (HEOC) menyebut relawan tersebut sudah resmi terdaftar dan siap memberikan layanan medis.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, selain relawan terdaftar, masih ada sekitar 1.000 orang lain yang langsung datang untuk membantu. “Yang tidak daftar masih ada lagi seribu langsung terbang masuk. Kita nggak larang, tapi alangkah baiknya kalau bisa daftar,” ujar Budi dalam konferensi pers bersama BNPB, Kamis (8/1/2026).
Relawan berasal dari rumah sakit, organisasi profesi kesehatan, fakultas kedokteran, Politeknik Kesehatan, hingga organisasi internasional seperti Médecins Sans Frontières (MSF). Mereka bertugas memberikan pelayanan medis langsung, memfasilitasi rujukan pasien, serta mendukung pemulihan psikososial masyarakat.
Setiap gelombang relawan juga disertai 30–35 psikolog klinis untuk menangani trauma dan masalah mental warga terdampak. “Tugas psikolog bercerita, menghibur, dan membuat warga tertawa, karena tidak semua masalah hanya fisik. Ada yang trauma atau kehilangan keluarga,” jelas Budi.
Sementara Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menegaskan, pengerahan relawan dan peralatan kesehatan ini menunjukkan kehadiran negara dalam penanganan bencana.
“Kami ingin mempercepat pemulihan di tiga provinsi terdampak agar masyarakat bisa pulih secepat mungkin,” katanya.










Discussion about this post