MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan dan Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) mengerahkan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara.
Plt Kepala Dinkes Aceh sekaligus Ketua HEOC, Ferdiyus menyatakan tim EMT Terpadu Batch V telah melayani sekitar 1.300 warga pada 4 hingga 7 Januari 2026. “Kami mencatat tiga penyakit utama pascabanjir yaitu ISPA, penyakit kulit, dan diare,” kata Ferdiyus, mengutip keterangan resminya, Senin (12/1/2026).
Layanan diberikan secara menyeluruh di kecamatan terdampak parah seperti Baktiya, Tanah Jambo Aye, Langkahan, Seunudon, Lapang, Samudera, Cot Girek, Sawang, dan Babah Buloh. Pelayanan dilakukan di posko pengungsian dan secara mobile ke desa terpencil.
Menurut Ferdiyus, tingginya kasus penyakit terkait kondisi lingkungan pascabanjir. “Kami menemukan banyak masalah seperti sanitasi buruk dan air bersih yang sangat terbatas,” paparnya.
Faktor risiko yang diidentifikasi meliputi sanitasi lingkungan tidak baik, keterbatasan air bersih, rusaknya fasilitas jamban, dan sistem pengelolaan sampah yang tidak berfungsi. “Tim juga menggunakan perahu ke desa terisolasi agar tidak ada warga yang terlewatkan,” jelasnya.
Selain pengobatan, tim EMT melakukan pemantauan kualitas air, edukasi PHBS, skrining gizi balita dan ibu hamil, pemberian makanan tambahan, serta trauma healing bagi anak-anak melalui permainan edukatif.
Kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia menjadi prioritas utama. “Prioritas kami adalah kesehatan kelompok rentan dan pemulihan lingkungan. Edukasi PHBS dan akses air bersih adalah kunci pencegahan wabah,” tutup Ferdiyus.










Discussion about this post