MASAKINI.CO – Dalam sepekan, wilayah Aceh tercatat mengalami aktivitas kegempaan cukup tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 39 kejadian gempa bumi terjadi selama periode 9 hingga 15 Januari 2026, dengan tujuh di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mata Ie, Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, mengatakan mayoritas gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal dengan magnitudo kecil hingga menengah.
“Tujuh kali gempa yang dirasakan tersebut terjadi di Bener Meriah, Aceh Timur, dan wilayah Nagan Raya,” sebut Andi Azhar Rusdin, Sabtu (17/1/2026).
Berdasarkan data BMKG, sebagian besar gempa memiliki kekuatan di bawah magnitudo 3. Tercatat 30 kejadian gempa berkekuatan kurang dari magnitudo 3, sembilan kejadian bermagnitudo antara 3 hingga 5, dan tidak terdapat gempa dengan magnitudo di atas 5.
Dari sisi kedalaman, gempa didominasi gempa dangkal. Sebanyak 36 kejadian tercatat berada pada kedalaman kurang dari 60 kilometer, sementara tiga gempa berada pada kedalaman menengah antara 60 hingga 300 kilometer. Tidak ada gempa dalam yang tercatat selama periode tersebut.
Sebaran pusat gempa tersebar di sejumlah wilayah Aceh, di antaranya Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Pidie, Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Selatan, Simeulue, hingga perairan barat dan selatan Aceh.
Andi menjelaskan, aktivitas kegempaan tersebut dipengaruhi oleh kondisi tektonik Aceh yang berada di pertemuan lempeng aktif serta dilalui Sesar Sumatra yang masih aktif hingga saat ini.
“Secara tektonik, wilayah Aceh memang sangat rawan kejadian gempabumi karena dipengaruhi dua sumber tumbukan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di laut barat Aceh serta patahan-patahan yang ada di laut dan daratan Aceh,” jelasnya.










Discussion about this post