MASAKINI.CO – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan dana revitalisasi pendidikan senilai Rp2,4 triliun untuk tiga provinsi di Sumatera yang terdampak bencana alam.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat meninjau sekolah terdampak banjir di SMK Negeri 1 Baktiya Barat, Aceh Utara, Rabu (28/1/2026).
Abdul Mu’ti mengatakan, dana tersebut telah tersedia dan akan digunakan untuk percepatan rehabilitasi sekolah, mulai dari perbaikan ringan, sedang, hingga pembangunan kembali sekolah yang mengalami kerusakan berat.
“Total dana revitalisasi untuk Sumbar, Sumut dan Aceh mencapai Rp2,4 triliun dan dananya sudah ada,” ujar Abdul Mu’ti.
Khusus untuk Aceh, pemerintah mengalokasikan Rp270 miliar untuk revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dana tersebut difokuskan pada perbaikan sarana dan prasarana pendidikan yang rusak akibat bencana.
Di SMK Negeri 1 Baktiya Barat sendiri, pemerintah menyiapkan anggaran rehabilitasi berat senilai Rp4,8 miliar. Melalui skema tersebut, seluruh fasilitas sekolah yang rusak akan dibangun kembali agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
“Gedung-gedung yang rusak akan direhabilitasi secara menyeluruh. Dengan rehab berat ini, semua fasilitas yang terdampak bisa dibangun kembali,” jelasnya.
Selain revitalisasi bangunan, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan operasional untuk mendukung pemulihan aktivitas belajar. Bantuan tersebut meliputi pengadaan meja dan kursi bagi siswa yang masih belajar di ruang kelas darurat, serta pembagian school kit bagi siswa SMP, SMA, dan SMK.
“Tujuannya agar anak-anak tidak lagi belajar di lantai dan bisa belajar dengan lebih layak,” kata Abdul Mu’ti.
Ia menegaskan, pemerintah menargetkan sekolah dengan kategori rusak ringan dan sedang dapat diselesaikan sebelum tahun ajaran baru 2026/2027.
Sementara sekolah yang harus direlokasi ke lokasi baru diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama karena pembangunan dilakukan dari awal.
“Namun kami optimistis tahun ini seluruh proses bisa berjalan karena dananya sudah tersedia dan dikerjakan dengan sistem swakelola agar lebih cepat,” ujarnya.
Dalam upaya percepatan rehabilitasi, Kemendikdasmen juga menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui kerja sama dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD). Kerja sama tersebut mencakup pembangunan unit sekolah baru serta beberapa bangunan rehabilitasi.
Selain itu, pembangunan ruang kelas darurat turut melibatkan lembaga dan organisasi mitra yang memiliki komitmen dalam pemulihan pendidikan di Aceh.










Discussion about this post