MASAKINI.CO – Universitas Syiah Kuala (USK) mengirimkan 50 mahasiswa untuk terlibat dalam Program Mahasiswa Berdampak untuk pemberdayaan masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026. Program tersebut dilaksanakan di Desa Seuneubok Simpang, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur.
Kegiatan ini dimulai secara resmi melalui serah terima peserta kepada tokoh dan masyarakat desa, Minggu (1/2/2026).
Sebanyak 50 mahasiswa yang diturunkan berasal dari lima fakultas, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik (FT), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Dari jumlah tersebut, 47 peserta merupakan perempuan dan tiga lainnya laki-laki.
Program ini didampingi oleh tiga dosen pembimbing, yaitu Prof. Dr. Zumaidar, S.Si., M.Si., Dr. Ir. Laina Hilman Sari, S.T., M.Sc., serta Rizanna Rosemary, MHC., PhD. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam proses pemulihan pascabanjir sekaligus memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu di lapangan.
Adapun fokus kegiatan meliputi pemanfaatan tanaman lokal serta inovasi digital untuk mendukung ketahanan pangan, kesehatan, dan lingkungan masyarakat desa.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Zumaidar mengatakan kehadiran USK merupakan bentuk dukungan terhadap program kementerian dalam pemulihan masyarakat pascabencana. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan diarahkan pada penguatan kemandirian masyarakat.
“USK hadir turut mendukung program kementerian dalam proses pemulihan masyarakat pasca banjir, dengan mendampingi kemandirian masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada aksi langsung, tetapi juga pada pembelajaran sosial dan pemberdayaan komunitas. Program ini, kata dia, memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan kehidupan desa sekaligus berkontribusi sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Respons positif datang dari masyarakat Desa Seuneubok Simpang. Kepala Desa Seuneubok Simpang, Dr. Zulkilfli, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa USK di wilayahnya. Ia berharap program pendampingan tersebut dapat memberikan dampak nyata dan mempercepat pemulihan desa pascabencana.
“Seuneubok Simpang merupakan desa terpencil. Kami dan masyarakat menyambut baik kehadiran mahasiswa untuk bekerja sama membangun desa kembali,” kata Zulkilfli.










Discussion about this post