MASAKINI.CO – Pemerintah menyerahkan bantuan stimulan bagi rumah rusak ringan (RR) dan rusak sedang (RS) akibat bencana banjir dan longsor secara serentak di 23 kabupaten/kota di Aceh, Jumat (13/2/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dan dipimpin terpusat oleh Pratikno selaku Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Tito Karnavian selaku Menteri Dalam Negeri.
Kasatgaswil Aceh Safrizal ZA mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara bagi masyarakat yang terdampak bencana.
“Bantuan stimulan ini sebagai kepedulian dan kehadiran negara kepada warga yang terdampak banjir dan longsor. Negara selalu hadir dalam setiap bencana,” ujar Safrizal di Banda Aceh.
Ia merinci, Aceh Tamiang menjadi daerah dengan dampak terparah. Di wilayah itu, bantuan diberikan kepada 2.813 kepala keluarga (KK) untuk kategori rumah rusak ringan dan 2.345 KK untuk rusak sedang, dengan total bantuan mencapai Rp112,545 miliar.
Sementara itu, di Aceh Timur bantuan disalurkan kepada 2.707 KK (RR) dan 2.611 KK (RS) dengan total anggaran Rp118,935 miliar.
Di Kota Lhokseumawe, bantuan diberikan kepada 23 KK untuk rusak ringan dan 1.178 KK untuk rusak sedang dengan total Rp35,685 miliar. Sedangkan di Subulussalam, bantuan menyasar 1.043 KK (RR) dan 74 KK (RS) dengan total Rp17,865 miliar. Untuk Kabupaten Aceh Barat, bantuan diberikan kepada 49 KK (RR) dan 24 KK (RS) dengan total Rp1,455 miliar. Di Aceh Selatan, sebanyak 233 KK (RR) dan 41 KK (RS) menerima bantuan senilai Rp4,725 miliar.
Selanjutnya di Aceh Tenggara, bantuan disalurkan kepada 31 KK (RR) dan 34 KK (RS) dengan total Rp1,485 miliar. Di Nagan Raya, 89 KK (RR) dan 80 KK (RS) menerima total Rp3,735 miliar.
Kemudian di Bener Meriah, bantuan diberikan kepada 118 KK (RR) dan 84 KK (RS) dengan total Rp4,29 miliar. Di Aceh Singkil, sebanyak 472 KK (RR) dan 48 KK (RS) menerima bantuan senilai Rp8,52 miliar. Sementara di Gayo Lues, bantuan disalurkan kepada 3 KK (RR) dan 9 KK (RS) dengan total Rp315 juta.
Safrizal berharap bantuan stimulan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk memperbaiki rumah yang terdampak, sehingga proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat. “Insya Allah bantuan stimulan ini bisa digunakan sebaik-baiknya untuk merehabilitasi rumah,” pungkasnya.










Discussion about this post