MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Tutup Hutan Aceh 2025 Capai 39.687 Hektare, Lonjakan Deforestasi Terbesar dalam Dua Dekade Terakhir

Riska Zulfira by Riska Zulfira
27 Februari 2026
in News
0

Manager Geographic Information System (GIS) Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAKA), Lukmanul Hakim | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Tahun 2025 tercatat sebagai tahun dengan penutupan hutan terbesar di Aceh dalam dua dekade terakhir. Selama tahun tersebut, sebanyak 39.687 hektare hutan Aceh hilang, mencatatkan lonjakan deforestasi sebesar 274 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Angka ini bukan hanya sekadar statistik, tetapi juga menggambarkan krisis ekologis yang semakin mengkhawatirkan di provinsi tersebut.

RelatedPosts

Delapan Pelanggar Syariat Islam Dicambuk di Banda Aceh, Empat di Antaranya 100 Kali

Harga Emas Perhiasan di Banda Aceh Bertahan Rp7,56 Juta per Mayam

Asap Karhutla Turunkan Jarak Pandang di Aceh Utara hingga 2–3 Kilometer

Manager Geographic Information System (GIS) Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAKA), Lukmanul Hakim, mengungkapkan bahwa 24.372 hektare dari total penutupan hutan disebabkan oleh faktor alami seperti kebakaran hutan dan longsor.

Namun, yang lebih memprihatinkan adalah 13.000 hektare yang hilang akibat kegiatan manusia, seperti ekspansi perkebunan, pembangunan jalan, pertambangan, dan logging.

“Angka ini seharusnya menjadi alarm keras bagi kita semua. Luas hutan yang hilang setara dengan puluhan ribu lapangan sepak bola yang lenyap hanya dalam satu tahun,” ujar Lukman, Jumat (27/2/2026).

Selain itu, Lukman menyoroti bahwa 80 persen dari penutupan hutan terjadi di kawasan hutan. Hutan Lindung tercatat sebagai kawasan yang paling terdampak, dengan 15.763 hektare hilang, disusul oleh Hutan Produksi yang kehilangan 8.935 hektare dan Taman Nasional yang kehilangan 2.958 hektare.

“Fakta ini menunjukkan bahwa status kawasan tidak menjamin perlindungan. Ketika hutan lindung dan taman nasional pun terkikis, ini bukan hanya ancaman bagi alam, tetapi juga kredibilitas sistem perlindungan itu sendiri,” tegas Lukman.

Yang lebih memprihatinkan, lanjut Lukman, adalah tekanan yang dihadapi Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), yang merupakan benteng terakhir bagi keanekaragaman hayati Sumatra. Hingga September 2025, kehilangan hutan di KEL sudah mencapai 5.955 hektare, melampaui total kerugian sepanjang 2024. Secara keseluruhan, deforestasi di KEL Aceh pada tahun 2025 mencapai 28.012 hektare.

“Lonjakan tajam pada November 2025 memperburuk situasi, bahkan sebelum bencana hidrometeorologis melanda Aceh. Ini menunjukkan bahwa krisis ekologis yang terjadi tidak hanya akibat bencana alam, tetapi juga akibat aktivitas manusia yang tidak terkendali,” ungkap Lukman.

Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Gayo Lues tercatat sebagai wilayah dengan kehilangan tutupan hutan terbesar yang diakibatkan faktor alami. Pembukaan polanya pelan namun terus berlanjut.

Tags: Deforestasi Aceh 2025HaKAKawasan Ekosistem Leuserrisiko bencanaTutupan Hutan
Previous Post

Polda Aceh Salurkan 2,7 Ton Kurma ke 53 Titik di Banda Aceh dan Aceh Besar

Next Post

Jelang Idulfitri, Pasar Beureunuen Sepi Pembeli

Related Posts

Pemkab Aceh Besar Ajak Warga Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan dan Kurangi Risiko Bencana

by Redaksi
22 September 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengajak masyarakat menjadikan penghijauan sebagai kebiasaan bersama untuk menjaga lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana. Ajakan...

IDRiM 2026: Dampak Bencana Tak Cukup Diukur Lewat Angka

by Ahmad Mufti
11 September 2026
0

MASAKINI.CO – Jumlah rumah yang rusak, nilai kerugian ekonomi, hingga kebutuhan biaya pemulihan selama ini menjadi ukuran utama dalam melihat...

Pakar Soroti Pengetahuan soal Bencana Belum Berubah Menjadi Aksi

by Ahmad Mufti
7 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pengetahuan untuk menghadapi perubahan iklim, risiko bencana, dan ancaman kesehatan sebenarnya sudah banyak tersedia. Namun, pengetahuan tersebut belum...

Next Post

Jelang Idulfitri, Pasar Beureunuen Sepi Pembeli

Pertamina Beri Diskon Setiap Pembelian Pertamax Green 95

Pertamina Beri Diskon Setiap Pembelian Pertamax Green 95

Discussion about this post

CERITA

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co