MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengajak masyarakat menjadikan penghijauan sebagai kebiasaan bersama untuk menjaga lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana.
Ajakan itu disampaikan Asisten I Sekdakab Aceh Besar Farhan AP saat membuka kegiatan penghijauan produktif di lingkungan SLB Negeri Kota Jantho, Senin (21/9/2026).
Farhan mengatakan, penghijauan tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Terlebih, Kota Jantho dan sejumlah wilayah Aceh Besar beberapa waktu terakhir menghadapi suhu yang tinggi.
“Penghijauan ini suatu kewajiban bagi kita, terutama di Kota Jantho ini. Apalagi beberapa waktu lalu hingga sekarang ini, kita Aceh Besar termasuk wilayah dengan suhu tertinggi di Indonesia,” ujar Farhan.
Menurutnya, upaya menjaga lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak. Penanaman pohon, kata dia, tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi perlu dilanjutkan dengan kebiasaan menjaga dan merawat lingkungan.
“Saya ingin mengingatkan kita semua bahwa tugas menjaga alam ini bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi ini tugas kita bersama yang dilakukan secara pentahelix (kolaborasi),” katanya.
Farhan juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak alam. Menurut dia, menjaga kelestarian lingkungan menjadi salah satu upaya untuk mengurangi risiko terjadinya bencana.
“Jangan sekali-kali kita merusak alam, kalau kita menjaga kelestarian alam, insyaallah bencana alam lebih sedikit,” tegasnya.
Ia menggambarkan bumi bukan sebagai warisan yang dapat dimanfaatkan tanpa batas, melainkan titipan yang harus dijaga untuk generasi berikutnya.
“Bumi atau alam ini bukan warisan turun-temurun, tetapi bumi ini pinjaman dari anak cucu kita. Saat kita kembalikan kepada anak cucu kita harus dalam keadaan yang baik,” ungkap Farhan.
Karena itu, Farhan mengajak masyarakat memulai penghijauan dari lingkungan masing-masing. Ia menyebut, jika setiap orang menanam sedikitnya dua hingga lima pohon, dampaknya akan terasa apabila dilakukan secara bersama-sama.
“Kita berharap satu orang menanam lima pohon saja, atau minimal dua batang saja, itu sangat berdampak pada lingkungan dan terhindar dari bencana. Saya minta kita semua punya kesadaran untuk menjaga lingkungan,” pungkasnya.
Kegiatan penghijauan produktif tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Kabupaten Aceh Besar, serta Wakil Ketua DPRK Aceh Besar Naisabur.










Discussion about this post