MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, November 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Aktivitas Anak Krakatau Melandai, Status Turun Jadi Level Waspada

Ahlul Fikar by Ahlul Fikar
22 September 2026
in Nasional
0

Ilustrasi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. | Foto: Badan Geologi Kementerian ESDM/via infopublik,.id

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Aktivitas vulkanik Gunungapi Anak Krakatau di Selat Sunda mulai melandai setelah beberapa bulan mengalami peningkatan kegempaan dan erupsi. Kondisi itu membuat Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan status gunung api tersebut dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada).

Penurunan status berlaku mulai Senin (21/9/2026) malam. Kepala Badan Geologi Lana Saria, mengatakan perubahan status ditetapkan setelah tim ahli melakukan analisis dan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan aktivitas vulkanik Anak Krakatau.

RelatedPosts

Hadapi Musim Paceklik, Pemerintah Salurkan 30 Kg Beras kepada 33,2 Juta Keluarga

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Harga BBM Pertamina Tidak Berubah per 1 November 2026, Pertalite Tetap Rp10.000

“Penurunan status ini ditetapkan setelah dilakukan analisis dan evaluasi secara menyeluruh terhadap penurunan aktivitas vulkanik serta data deformasi yang menunjukkan gejala deflasi,” ujar Lana, mengutip infopublik.id, Selasa (22/9/2026).

Sebelumnya, status Anak Krakatau dinaikkan menjadi Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026 karena terjadi peningkatan kegempaan.

Selama periode tersebut hingga 3 September 2026, tercatat 224 kali erupsi. Anak Krakatau juga mengalami erupsi menerus selama 25 jam pada 4–6 September 2026 yang mengalirkan lava ke arah barat laut, barat, hingga barat daya.

Aktivitas vulkanik kemudian mulai menunjukkan penurunan secara konsisten hingga 20 September 2026 setelah gunung api tersebut mengalami tujuh kali erupsi strombolian.

Meski status diturunkan, Badan Geologi tetap menetapkan batas aktivitas di sekitar kawah aktif. Masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif karena masih terdapat potensi lontaran batu pijar dan hujan abu lebat.

Sementara itu, masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.

Badan Geologi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai informasi atau rumor mengenai erupsi Anak Krakatau yang dikaitkan dengan ancaman tsunami.

Tags: Badan GeologiBantenerupsiGunung Anak KrakatauSelat SundaStatus Waspada
Previous Post

Pemkab Aceh Besar Ajak Warga Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan dan Kurangi Risiko Bencana

Next Post

Dana Kebudayaan Mulai Putar Ekonomi, Aceh Catat 224 Penerima IndonesiaRaya

Related Posts

11 Kapal Dikerahkan untuk Cari Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Gunung Anak Krakatau

by Redaksi
11 September 2026
0

MASAKINI.CO – Lima jurnalis dan tiga kru kapal hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat...

Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Banda Aceh, 10 Penerbangan SIM-Jakarta Dibatalkan

by Riska Zulfira
7 September 2026
0

MASAKINI.CO - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak langsung terhadap konektivitas penerbangan dari dan menuju Banda Aceh. Sebanyak 10 penerbangan...

Setelah Anak Krakatau, Gunung Semeru Juga Erupsi dan Berstatus Siaga

by Riska Zulfira
7 September 2026
0

MASAKINI.CO - Setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau meningkat dalam beberapa hari terakhir, gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten...

Next Post

Dana Kebudayaan Mulai Putar Ekonomi, Aceh Catat 224 Penerima IndonesiaRaya

Batik Malaka Dikenalkan Langsung kepada Generasi Muda, 40 Siswa Praktik Membatik

Discussion about this post

CERITA

Di Sudut Punti, Rindu yang Panjang Menemukan Tempat untuk Pulang

2 November 2026

Menyusuri Kisah di Balik Nama Pulau Rubiah

28 Oktober 2026

Dari Lumpur Banjir, Kebun Edukasi MIN 42 Bireuen Tumbuhkan Semangat Baru

27 Oktober 2026

Gampong Nusa, Merawat Tradisi Aceh Lewat Wisata Budaya dan Permainan Masa Kecil

26 Oktober 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co