MASAKINI.CO – Batik Malaka di Gampong Lam Ara, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, dikenalkan secara langsung kepada generasi muda melalui kegiatan belajar di luar kelas. Sebanyak 40 siswa MAN 1 Model Banda Aceh datang untuk melihat proses pembuatan sekaligus mempraktikkan teknik membatik, Senin (21/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi salah satu cara memperkenalkan Batik Malaka sebagai bagian dari kerajinan lokal Aceh kepada siswa. Mereka tidak hanya melihat hasil akhir batik, tetapi juga mencoba sendiri proses pembuatannya, termasuk teknik batik cap.
Kegiatan yang berlangsung di Rumoh Batik Malaka itu diterima Wakil Ketua Harian Dekranasda Aceh Besar Nurbaiti bersama jajaran pengurus Dekranasda Aceh Besar.
Nurbaiti mengatakan pengenalan secara langsung diperlukan agar generasi muda memahami bahwa sebuah produk kerajinan memiliki proses dan nilai yang perlu dijaga.
“Generasi muda perlu mengenal produk kerajinan daerah secara langsung. Dengan mengetahui proses dan nilai yang ada di balik sebuah karya, kita berharap mereka memiliki kepedulian untuk menjaga dan merawat kerajinan lokal Aceh agar tetap berkembang dan dikenal di masa sekarang maupun masa yang akan datang,” ujar Nurbaiti.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda juga dapat membuka peluang munculnya gagasan baru untuk pengembangan Batik Malaka. Kreativitas siswa, kata dia, dapat menjadi masukan dalam pengembangan motif, desain hingga cara memperkenalkan batik kepada masyarakat.
“Kami berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi pengalaman bagi para siswa, tetapi juga dapat menghadirkan ide dan gagasan baru bagi pengembangan Batik Malaka. Kreativitas anak-anak muda sangat dibutuhkan untuk melahirkan inovasi, baik dari sisi motif, desain maupun cara memperkenalkan batik kepada masyarakat,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa kelas unggulan MAN 1 Model Banda Aceh mendapat penjelasan mengenai Batik Malaka sebelum mengikuti praktik membatik. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kokurikuler yang memberikan pengalaman belajar langsung di luar lingkungan sekolah.
Kepala MAN 1 Model Banda Aceh Dr. Nursiah, S.Ag., M.Pd., mengatakan pengenalan produk lokal melalui praktik langsung membuat siswa lebih memahami proses dan nilai yang terdapat dalam kerajinan daerah.
“Kami ingin anak-anak memiliki rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air, termasuk dengan menghargai produk-produk lokal. Melalui kunjungan dan praktik membatik ini, siswa dapat mengenal lebih dekat proses pembuatan batik sekaligus memahami bahwa Aceh memiliki produk kerajinan yang memiliki nilai budaya dan ekonomi,” ujar Nursiah.
Ia berharap pengalaman tersebut membuat siswa semakin mengenal Batik Malaka dan produk kerajinan Aceh lainnya.
“Kami berharap apa yang mereka dapatkan hari ini bisa menjadi pengalaman yang berkesan dan pengetahuan yang terus mereka bawa. Semoga anak-anak semakin mengenal, mencintai dan ikut memperkenalkan produk lokal Aceh kepada lingkungan mereka,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Sekretaris Dekranasda Aceh Besar Enni Zusniati, SE, serta jajaran pengurus Dekranasda Aceh Besar.









Discussion about this post