MASAKINI.CO – Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, tren busana Lebaran 2026 di Pasar Aceh mulai terlihat. Model gamis dengan sentuhan Melayu dan detail renda menjadi primadona, meski daya beli masyarakat disebut masih belum sepenuhnya pulih.
Seorang pedagang busana di Pasar Aceh, Ihsan, mengatakan tren tahun ini didominasi gamis yang populer dengan sebutan “gamis bini orang”. Istilah itu, kata dia, mengikuti nama yang diperkenalkan dari pusat grosir Tanah Abang, tempat para pedagang mengambil stok barang.
“Modelnya melayu, bahannya ceruty dipadukan dengan renda santili. Peminatnya banyak. Sehari bisa terjual sekitar empat potong,” ujar Ihsan kepada masakini.co, Sabtu (28/2/2026).
Gamis tersebut dijual dalam bentuk set lengkap dengan jilbab dan tali pinggang. Harganya mulai Rp250 ribu per set. Untuk varian dengan bahan organza, harganya lebih tinggi dan bisa mencapai Rp300 ribu.
Selain gamis, tren lain yang juga diminati anak muda adalah vest jeans dan kemeja versi “Miu Miu” yang tampil lebih kasual namun tetap modis untuk suasana Lebaran.
Menurut Ihsan, hampir seluruh toko busana di Pasar Aceh menjual model serupa karena permintaan yang merata. Namun, ia mengakui daya beli masyarakat masih relatif rendah dibandingkan sebelum pandemi.
“Pembeli masih minim kalau sekarang, kondisi ini terasa sejak usai Covid-19 dulu. Tapi biasanya setelah masyarakat menerima THR nanti ada peningkatan sedikit,” katanya.
Untuk menyiasati penurunan pembeli offline, Ihsan mengandalkan penjualan melalui platform TikTok. Ia mengaku penjualan daring cukup membantu menopang pendapatan.
“Offline memang kurang, tapi jualan di TikTok lumayan membantu,” ujarnya.
Dengan mendekati Lebaran, pedagang berharap lonjakan pembelian akan terjadi dalam dua pekan terakhir Ramadan, seiring cairnya tunjangan hari raya dan meningkatnya kebutuhan busana baru untuk merayakan Idul Fitri.









Discussion about this post