MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Maret 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

Aininadhirah by Aininadhirah
9 Maret 2026
in Cerita
0

Nurmala (53) menunggu pembeli di antara dagangan wajan tanah liat yang ia jual di Pasar Beurenuen. Peralatan dapur tradisional itu kini semakin jarang diminati,Sabtu (7/3/2026) | Foto : Aininadhirah/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pagi itu, Nurmala (53) sudah duduk di sudut Pasar Beurenuen. Di hadapannya tersusun rapi wajan-wajan berwarna cokelat gelap. Wajan itu bukan wajan biasa. Bahannya dari tanah liat, alat masak tradisional yang kini semakin jarang digunakan masyarakat.

Setiap hari Nurmala datang dari Gampong Are ke pasar Beurenuen dengan menumpang becak. Ia membawa dagangan yang jumlahnya tidak seberapa, berharap ada pembeli yang singgah.

RelatedPosts

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

Namun harapan itu tidak selalu datang.

“Seringkali seharian saya duduk di sini, tapi dagangan tidak laku,” kata Nurmala sambil tersenyum kecil.

Ia paham, zaman sudah berubah. Banyak orang kini lebih memilih wajan berbahan logam atau teflon yang dianggap lebih praktis. Padahal, menurutnya, wajan tanah liat memiliki keunggulan tersendiri.

“Ini wajan terbuat dari bahan alami. Kalau kita masak pakai ini bisa terhindar dari penyakit,” ujarnya.

Di balik bentuknya yang sederhana, proses pembuatan wajan tersebut tidaklah mudah. Semua dikerjakan dengan cara tradisional.

Nurmala menjelaskan, tanah liat terlebih dahulu diadon, kemudian dicampur dengan sedikit pasir. Setelah itu bahan tersebut dibentuk menjadi wajan sebelum akhirnya melalui proses pembakaran.

“Proses pembuatannya memang sedikit rumit,” katanya.

Meski begitu, harga jualnya tetap murah. Nurmala menjual wajan-wajan itu mulai dari Rp5 ribu hingga Rp30 ribu, tergantung ukuran.

“Meskipun proses pembuatannya rumit, kami hanya menjual mulai dari lima ribuan sampai tiga puluh ribu saja,” tambahnya.

Hari-hari berlalu dengan cerita yang hampir sama. Nurmala tetap datang ke pasar, duduk menunggu di antara wajan-wajan tanah liat yang tersusun di depannya.

Di tengah gempuran peralatan dapur modern, dagangan sederhana itu seolah menjadi pengingat bahwa ada tradisi lama yang perlahan mulai ditinggalkan. Namun bagi Nurmala, selama masih ada harapan, ia akan terus datang ke pasar dan menjajakan wajan-wajan tanah liatnya.

Tags: GerabahPasar BeureunuenWajan Tanah Liat
Previous Post

Bupati Aceh Besar Tekankan Penguatan Ekonomi Syariah dan Peran Lembaga Keistimewaan Aceh

Next Post

Zakat Fitrah di Aceh Besar Ditetapkan 2,8 Kg Beras per Jiwa

Related Posts

Jelang Lebaran, Pasar Musiman Beureunuen Dipadati Pengunjung

by Aininadhirah
7 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Suasana Pasar musiman di Beureunuen dipadati pengunjung yang datang untuk berbelanja berbagai kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri. Sejak pagi,...

Jelang Idulfitri, Pasar Beureunuen Sepi Pembeli

by Aininadhirah
27 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Suasana berbeda terlihat di Pasar Kota Beureunuen, Kabupaten Pidie menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Sejumlah toko pakaian dan...

Bersama Petani, Dora Menjaga Gerabah Tetap Lestari

by Riska Zulfira
23 Januari 2024
0

MASAKINI.CO - Tanah liat disulap jadi produk bernilai jual di tangan Zuhra Asra. Perempuan yang akrab disapa Dora ini menghasilkan...

Next Post

Zakat Fitrah di Aceh Besar Ditetapkan 2,8 Kg Beras per Jiwa

Harga Emas Perhiasan dan Antam Turun

Discussion about this post

CERITA

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co