MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Agustus 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Juha Christensen: Jangan Rusak Kepercayaan, Masa Depan Aceh Bergantung pada Perdamaian

Riska Zulfira by Riska Zulfira
15 Agustus 2026
in News
0

Mediator Perdamaian Aceh asal Finlandia, Juha Christensen saat menghadiri Hari Damai Aceh | Foto: Riska Z/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Mediator Perdamaian Aceh asal Finlandia, Juha Christensen, mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga kepercayaan sebagai fondasi utama keberlanjutan perdamaian Aceh. Menurutnya, perdamaian yang telah terbangun selama 21 tahun menjadi modal penting bagi Aceh untuk bangkit, terutama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Juha mengatakan, Aceh saat ini berada dalam kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan masa konflik. Namun, perdamaian tidak hanya cukup dipertahankan secara simbolik, melainkan harus terus diperkuat melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

RelatedPosts

Gempa M6,4 Guncang Simalungun, Getaran Terasa hingga Sejumlah Wilayah Aceh

DPRK-Pemko Banda Aceh Sepakat Tata Ulang Taman Sari dan Putroe Phang

Pemko Banda Aceh Dorong Nilam Naik Kelas, Bidik Industri Parfum Bernilai Tinggi

“Perdamaian Aceh semakin kuat, tetapi masih ada pekerjaan yang harus kita lanjutkan bersama,” ujar Juha saat menghadiri peringatan Hari Damai Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Ia menilai tantangan terbesar Aceh ke depan bukan lagi persoalan konflik, tetapi bagaimana memanfaatkan situasi damai untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu kunci utama, kata dia, adalah membangun kepercayaan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

Menurut Juha, tanpa kepercayaan, sulit bagi Aceh menarik investasi yang dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan ekonomi.

“Investor tidak akan datang jika tidak ada keyakinan bahwa daerah ini aman dan stabil. Kepercayaan menjadi dasar agar ekonomi Aceh bisa berkembang,” katanya.

Juha menyebut daerah-daerah yang pernah mengalami konflik di berbagai belahan dunia membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi ekonomi. Karena itu, Aceh harus terus memperkuat stabilitas politik dan persatuan agar mampu mengejar ketertinggalan dari daerah lain.

“Memang Aceh masih tertinggal dibandingkan provinsi lain, tetapi wilayah pascakonflik selalu membutuhkan proses untuk bangkit kembali,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan butir-butir Nota Kesepahaman Helsinki, Juha menilai sebagian besar kesepakatan telah berjalan dengan baik. Meski demikian, masih terdapat beberapa poin yang perlu diselesaikan secara bersama-sama.

“Tidak semua butir sudah mencapai 100 persen. Masih ada beberapa hal yang perlu terus diupayakan agar tujuan perdamaian dapat tercapai sepenuhnya,” kata Juha.

Sementara terkait penggunaan bendera bulan bintang dalam peringatan Hari Damai Aceh, Juha mengatakan persoalan tersebut harus ditempatkan dalam konteks sejarah. Ia menyebut semua pihak perlu menghormati perjalanan panjang perdamaian Aceh tanpa menjadikan simbol-simbol tertentu sebagai pemicu ketegangan baru.

“Kita harus menghormati bendera GAM sebagai bagian dari sejarah. Namun penggunaannya untuk kepentingan lain yang dapat mengganggu suasana perdamaian bukanlah hal yang baik,” ujarnya.

Juha juga mengingatkan kembali prinsip dignity for all atau penghormatan terhadap martabat semua pihak yang menjadi bagian penting dalam perundingan Helsinki.

“Pemerintah dan pihak yang mewakili GAM sama-sama memiliki tempat dalam sejarah perdamaian. Karena itu, kita harus menjaga agar tidak muncul kembali hal-hal sensitif yang dapat merusak suasana,” pungkasnya.

Tags: Hari Perdamaian AcehJuha ChristensenMediator Perdamaian Aceh asal FinlandiaPengibaran Bulan Bintang
Previous Post

2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 Titik Air Bersih akan di Bangun, Begini Harapan Aceh Besar

Related Posts

No Content Available

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co