MASAKINI.CO – Kapal barang MV Khatulistiwa 8 tenggelam setelah bertubrukan dengan tongkang bermuatan pasir yang ditarik TB Berkat Bahari di perairan Tuban, Jawa Timur, Rabu (7/10/2026) malam. Sebanyak 17 dari 18 awak kapal berhasil dievakuasi, sementara satu awak lainnya masih dalam pencarian hingga Kamis (8/10/2026).
Awak yang belum ditemukan adalah Mualim I Mayan Petter Saba. Kapal berbendera Indonesia tersebut sebelumnya bertolak dari Terminal Khusus PT Semen Indonesia (SIG) Tuban menuju Sampit, Kalimantan Tengah, dengan membawa 1.850 ton semen dalam kemasan pollyslings.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Pakis, Capt. Subuh Fakkurochman, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar sembilan mil laut dari Terminal Khusus PT SIG Tuban.
Berdasarkan laporan awal, kapal berangkat pukul 17.30 WIB. Informasi tabrakan diterima agen kapal sekitar pukul 21.37 WIB dari Kepala Kamar Mesin MV Khatulistiwa 8. Tabrakan menyebabkan kebocoran pada lambung depan kapal.
Informasi kecelakaan kemudian diterima Vessel Traffic Service (VTS) Surabaya dan disiarkan melalui radio maritim Channel 16. Syahbandar selanjutnya berkoordinasi dengan Basarnas Brondong, VTS Surabaya, dan unsur terkait untuk melakukan pertolongan.
Sekitar pukul 22.15 WIB, TB Amazon Harbour dan TB Multi Progres bergerak menuju lokasi untuk membantu evakuasi. Pada pukul 23.07 WIB, sebanyak 17 awak, termasuk nakhoda, berhasil diselamatkan oleh TB Amazon Harbour dan dibawa ke Terminal Khusus PT SIG Tuban.
Namun, kondisi kapal terus memburuk. Sekitar pukul 23.45 WIB, MV Khatulistiwa 8 mengalami kemiringan sebelum akhirnya tenggelam.
“Prioritas kami saat ini adalah pencarian terhadap satu awak kapal yang masih belum ditemukan, memastikan keselamatan pelayaran di sekitar lokasi kejadian, serta melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait,” kata Subuh mengutip InfoPublik.id, Sabtu (10/10/2026).
Setelah kapal tenggelam, KSOP Tanjung Pakis berkoordinasi dengan Basarnas Brondong untuk melanjutkan pencarian. Kapal patroli KNP 485 juga dikerahkan untuk mendukung operasi tersebut.
KSOP turut menerbitkan Notice to Mariners atau pemberitahuan kepada pelaut mengenai keberadaan kapal yang tenggelam agar kapal-kapal yang melintas meningkatkan kewaspadaan di sekitar lokasi kecelakaan.
Sementara itu, muatan semen dilaporkan ikut tenggelam bersama kapal. Potensi pencemaran dan dampak terhadap lingkungan masih dipantau serta didata oleh pihak terkait.
KSOP juga mengumpulkan keterangan saksi dan berkoordinasi dengan pemilik serta operator kapal untuk mendalami kecelakaan tersebut. Investigasi mengenai penyebab tabrakan masih berlangsung.








Discussion about this post