MASAKINI.CO – Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara menyebabkan akses jalan nasional Kutacane–Blangkejeren tertutup material tanah dan lumpur, sementara ruas Kutacane–Medan terendam hingga 50 sentimeter.
Bencana yang dipicu hujan berintensitas sedang hingga tinggi itu juga menyebabkan tanggul sungai jebol dan sekitar 15 hektare lahan pertanian terendam.
Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Haslinda, mengatakan bencana terjadi pada Jumat (9/10/2026) malam dan berdampak pada sejumlah desa di Kecamatan Ketambe, Lawe Bulan, Babussalam, dan Bambel.
Longsor terjadi di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe, setelah kondisi tanah di lereng sekitar jalan nasional Kutacane–Blangkejeren menjadi labil akibat hujan. Material tanah dan lumpur menutupi badan jalan sehingga menghambat kendaraan dari kedua arah dan menyebabkan kemacetan panjang.
Sementara itu, banjir terjadi setelah tanggul Sungai Lawe Bulan di Desa Pulonas Baru, Kecamatan Lawe Bulan, jebol dan air meluap ke permukiman warga. Di Desa Lawe Kihing, Kecamatan Bambel, tanggul penahan tebing Sungai Lawe Bulan/Lawe Kisam juga jebol sepanjang sekitar 50 meter.
“Curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian besar wilayah Aceh Tenggara sehingga menyebabkan tanggul sungai jebol dan kondisi lereng menjadi labil,” kata Haslinda dalam laporannya, Senin (12/10/2026).
Dampak banjir juga meluas ke jalan nasional Kutacane–Medan, tepatnya di kawasan Desa Bambel Gabungan hingga Terutung Megara Asli. Genangan setinggi 30–50 sentimeter turut mengganggu akses di jalur tersebut.
Selain merendam permukiman dan jalan, banjir menggenangi sekitar 15 hektare lahan pertanian di Desa Lawe Kihing, Bambel Gabungan, dan Terutung Seperai. Fasilitas lain yang terdampak yakni gudang logistik BPBD dan SMPIT Al Khansa.
Banjir juga menyebabkan intake sumber air bersih Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara hanyut tergerus arus.
Menangani dampak bencana, BPBD Aceh Tenggara mengerahkan tim reaksi cepat untuk melakukan pendataan serta satu unit alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan Kutacane–Blangkejeren.
Petugas juga membersihkan kayu gelondongan yang menghambat aliran air di Jembatan Bailey Pulo Latong, mengangkat endapan lumpur di ruas jalan Pulonas Baru–Lawe Rutung, serta menutup tanggul dan menormalisasi aliran sungai di Desa Lawe Kihing.










Discussion about this post