MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Oktober 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Radar BMKG di Aceh Jangkau 150 Kilometer, Bantu Pantau Laut dan Dukung Deteksi Tsunami

Riska Zulfira by Riska Zulfira
12 Oktober 2026
in News
0

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani saat meresmikan pengoperasian High Frequency (HF) Radar Array di Ujong Batee, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. | Foto:BMKG

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – BMKG kini memperkuat pemantauan kondisi laut di perairan utara Aceh dengan teknologi High Frequency (HF) Radar Array yang mampu menjangkau hingga 150 kilometer. Teknologi ini membantu memantau arus permukaan laut secara berkelanjutan dan mendukung upaya deteksi dini tsunami, keselamatan pelayaran, serta aktivitas nelayan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan radar yang beroperasi di Ujong Batee, Kabupaten Aceh Besar, melengkapi fasilitas serupa di Lam Teungoh. Kedua radar tersebut memungkinkan BMKG memantau dinamika laut di wilayah pantai utara Aceh dengan data yang lebih akurat dan terintegrasi.

RelatedPosts

Lahan Eks Shopping Center Pasar Aceh Jadi Ruang Usaha Baru bagi UMKM

KNPI Aceh Sebut MBG Berperan Penting dalam Menunjang Prestasi Pelajar

Harga Emas Perhiasan di Banda Aceh Naik Jadi Rp7,58 Juta per Mayam

“BMKG memasang HF Radar Array di Ujong Batee untuk memperkuat pemantauan dinamika laut hingga jangkauan 150 kilometer,” kata Faisal saat meresmikan pengoperasian High Frequency (HF) Radar Array di Ujong Batee, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (8/10/2026) lalu.

Data radar mencakup informasi arus permukaan laut yang dapat digunakan untuk memantau perubahan kondisi perairan. Informasi ini juga menjadi salah satu sumber pendukung sistem deteksi dini tsunami, meski bukan pengganti sistem peringatan resmi.

Bagi nelayan dan pelaku transportasi laut, informasi kondisi perairan dapat menjadi pertimbangan sebelum melaut atau berlayar. Dengan informasi arus dan gelombang yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan dengan lebih aman.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Robby Irza, mengatakan teknologi tersebut penting bagi Aceh karena banyak masyarakat menggantungkan mata pencaharian dan aktivitas ekonomi pada wilayah perairan.

Menurutnya, manfaat radar tidak sebatas menghasilkan data teknis, tetapi juga mendukung keselamatan masyarakat pesisir dan keberlangsungan kegiatan ekonomi kelautan.

Sistem radar di Ujong Batee terhubung dengan pusat pengolahan data BMKG di Jakarta dan memiliki dukungan cadangan dari pusat data di Bali untuk menjaga kelangsungan operasional. Fasilitas ini merupakan bagian dari jaringan 10 titik HF Radar hasil kerja sama Indonesia dan Prancis.

Di Aceh, HF Radar Array melengkapi Radar Cuaca C-Band yang digunakan untuk memantau kondisi atmosfer. Kedua teknologi tersebut mendukung pengamatan cuaca dan laut sebagai bagian dari upaya memperkuat mitigasi bencana di wilayah yang memiliki kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi dan geofisika.

Selain mengembangkan teknologi pemantauan, BMKG juga meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Sekolah Lapang Iklim, dan Sekolah Lapang Geofisika. Program tersebut membantu nelayan memahami cuaca maritim, mendukung pengambilan keputusan di sektor pertanian, serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap risiko gempa bumi dan tsunami.

BMKG mengimbau masyarakat ikut menjaga fasilitas radar agar dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi keselamatan masyarakat pesisir Aceh.

Tags: Aceh BesarBMKG Acehdeteksi dini tsunamikeselamatan nelayanMitigasi Bencanapemantauan laut Acehradar HFUjong Batee
Previous Post

Banjir Rendam Jalan Nasional dan 15 Hektare Sawah di Aceh Tenggara

Next Post

Di Tengah Kemudahan Internet, Perpustakaan Tetap Jadi Ruang Belajar Mahasiswa

Related Posts

Polisi Tangkap Residivis Pencurian Kos Mahasiswi di Aceh Besar

by Redaksi
12 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Polisi menangkap seorang pria berinisial HK (40), terduga pelaku pencurian di kamar kos seorang mahasiswi di Gampong Rukoh,...

Lahan Transmigrasi Jantho dan Seulimeum Masih Terbengkalai, Aceh Besar Siapkan Pengembangan

by Ahmad Mufti
7 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menyiapkan pengembangan kawasan transmigrasi Jantho dan Seulimeum. Salah satu fokusnya adalah mendorong lahan...

68 Mukim di Aceh Besar Diakui sebagai Masyarakat Hukum Adat

by Redaksi
7 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 68 mukim di Kabupaten Aceh Besar telah diakui sebagai kesatuan masyarakat hukum adat. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar...

Next Post

Di Tengah Kemudahan Internet, Perpustakaan Tetap Jadi Ruang Belajar Mahasiswa

Dekan FSH UIN Ar-Raniry Masuk Daftar 2 Persen Ilmuwan Dunia

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co