MASAKINI.CO – Perkembangan teknologi digital membuat mahasiswa semakin mudah mengakses bahan bacaan dan materi perkuliahan melalui internet. Namun, kemudahan itu tidak sepenuhnya menggantikan peran perpustakaan.
Sejumlah mahasiswa masih memanfaatkannya untuk mengerjakan tugas, mencari referensi, hingga membaca buku di luar kebutuhan akademik.
Menurut mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi Universitas Syiah Kuala (USK), Bagi Ruhdiana, perpustakaan menjadi salah satu tempat untuk mendukung kegiatan perkuliahan. Ia mengunjunginya sekitar dua minggu sekali untuk mencatat materi, mengerjakan tugas, dan mencari bahan pembelajaran.
“Biasanya saya ke Perpustakaan seminggu dua kali, sembari mengerjakan tugas dan mencari materi kuliah,” katanya, Senin (12/10/2026).
Kunjungan tersebut menunjukkan bahwa perpustakaan masih memiliki fungsi bagi mahasiswa, terutama ketika mereka membutuhkan ruang belajar dan sumber bacaan untuk menunjang perkuliahan.
Pengalaman berbeda disampaikan Firda Ika Wahyu Meisya, mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga USK. Ia tertarik mengunjungi perpustakaan untuk membaca karya fiksi, termasuk novel, sebagai hiburan. Sesekali, ia juga memanfaatkan koleksi buku untuk keperluan akademik.
Sementara itu, Ria Aulia Riski, mahasiswa Manajemen Universitas Ubudiyah, menilai internet lebih praktis ketika ia membutuhkan materi tertentu. Melalui pencarian digital, informasi yang dicari dapat ditemukan tanpa harus menelusuri buku cetak halaman demi halaman.
Perbedaan pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa mahasiswa memiliki kebutuhan yang beragam dalam mengakses informasi. Internet menawarkan kemudahan dan kecepatan pencarian, sedangkan perpustakaan tetap menjadi pilihan untuk membaca buku, belajar, dan menyelesaikan tugas.
Penulis: Alya Ulfa










Discussion about this post