MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, September 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Pulau Weh Jadi Laboratorium Lapangan Peneliti Asia, Bahas Teknologi Laut Hadapi Perubahan Iklim

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
9 September 2026
in News
0

Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus saat membuka Program Lapangan UTM-PORSEC-USK 2026 di The Pade Dive Resort, Rabu (9/9/2026). | Foto: ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pulau Weh, Kota Sabang, menjadi ruang belajar bagi peneliti, akademisi, dan peserta dari sejumlah negara Asia dalam Program Lapangan UTM-PORSEC-USK 2026.

Kegiatan yang mengangkat tema Capacity Building on Ocean Remote Sensing Towards Climate Resilience ini memanfaatkan kawasan laut dan pesisir Sabang sebagai lokasi pembelajaran penginderaan jauh kelautan untuk memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim.

RelatedPosts

Polda Aceh Musnahkan 49.627 Pil Ekstasi dan Ribuan Cartridge Vape Berisi Etomidate

Harga Emas Perhiasan Stabil, Emas Batangan Turun

Harga Cabai di Pasar Al-Mahirah Naik, Tembus Rp60 Ribu per Kilogram

Program tersebut resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus, di The Pade Dive Resort, Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini diikuti peserta dari Indonesia, Malaysia, Vietnam, hingga Thailand, serta melibatkan sejumlah peneliti dan akademisi internasional.

Suradji menyambut baik dipilihnya Sabang sebagai lokasi pelaksanaan program yang mempertemukan para peneliti, pengajar, mahasiswa, dan peserta lintas negara. Menurutnya, Sabang memiliki karakter geografis yang tepat untuk menjadi tempat pembelajaran terkait ekosistem laut dan pesisir.

“Kami sangat senang dan merasa terhormat karena Kota Sabang telah dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Program Lapangan UTM-PORSEC-USK 2026,” kata Suradji.

Ia menjelaskan, tema yang diangkat dalam program tersebut sangat relevan dengan kondisi Sabang sebagai wilayah kepulauan yang memiliki ketergantungan besar terhadap sumber daya laut. Laut, kata dia, bukan hanya menjadi bagian dari kondisi geografis, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, mulai dari sektor perikanan, pariwisata, keanekaragaman hayati hingga pembangunan daerah.

“Bagi Sabang, laut bukan hanya bagian dari kondisi geografis, tetapi juga merupakan bagian penting dari identitas dan kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya.

Suradji mengatakan pemanfaatan teknologi penginderaan jauh kelautan, data satelit, dan teknologi geospasial memiliki peran penting dalam memahami perubahan yang terjadi di wilayah laut dan pesisir. Teknologi tersebut dapat membantu pemantauan lingkungan, mendukung penelitian ilmiah, serta menjadi dasar dalam pengelolaan sumber daya laut secara lebih tepat.

Namun, menurutnya, pengembangan teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan kerja sama antarnegara maupun lembaga.

“Teknologi juga harus didukung oleh pengetahuan, sumber daya manusia yang terampil, serta kolaborasi yang kuat. Karena itu, kami sangat mengapresiasi kerja sama antara Universitas Syiah Kuala, Universiti Teknologi Malaysia, dan PORSEC,” katanya.

Ia berharap pelaksanaan program tersebut tidak hanya menjadikan Pulau Weh sebagai lokasi kegiatan, tetapi juga sebagai ruang belajar terbuka yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan kondisi nyata di lapangan.

Menurutnya, tantangan perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan membutuhkan kolaborasi lintas negara karena laut menjadi ruang yang menghubungkan berbagai wilayah.

“Lautan menghubungkan kita semua. Tantangan seperti perubahan iklim serta pengelolaan sumber daya laut dan pesisir yang berkelanjutan tidak dapat ditangani oleh satu lembaga atau satu negara saja. Dibutuhkan ilmu pengetahuan, pendidikan, teknologi, dan kemitraan,” ujar Suradji.

Program UTM-PORSEC-USK 2026 turut menghadirkan sejumlah pakar, di antaranya Dr. Stefano Vignudelli dari Badan Riset Nasional Italia-CNR, Associate Dr. Nurul Hazrina Binti Idris dari Universiti Teknologi Malaysia, Dr. Van Duong Nguyen dari Badan Riset Nasional Vietnam-VAST, serta jajaran akademisi Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala.

Tags: ketahanan pesisirkolaborasi internasionalpenelitian kelautanPerubahan IklimPulau WehSabangteknologi lautUniversitas Syiah KualaUTM-PORSEC-USK 2026
Previous Post

Polda Aceh Musnahkan 49.627 Pil Ekstasi dan Ribuan Cartridge Vape Berisi Etomidate

Related Posts

Pakar Soroti Pengetahuan soal Bencana Belum Berubah Menjadi Aksi

by Ahmad Mufti
7 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pengetahuan untuk menghadapi perubahan iklim, risiko bencana, dan ancaman kesehatan sebenarnya sudah banyak tersedia. Namun, pengetahuan tersebut belum...

BMKG Ingatkan Polusi Udara Berpotensi Meningkat Saat El Nino Kuat 2026

by Riska Zulfira
30 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat terhadap potensi memburuknya kualitas udara selama fenomena El Nino kuat...

Tiket Penyeberangan ke Pulau Weh Diperketat, Data KTP Penumpang Diverifikasi

by Riska Zulfira
14 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Ketertiban layanan penyeberangan menuju Pulau Weh diperketat. Satgas Terpadu lintas instansi kini mengawasi langsung proses verifikasi tiket untuk memastikan...

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co