MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Agustus 30, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

BMKG Ingatkan Polusi Udara Berpotensi Meningkat Saat El Nino Kuat 2026

Riska Zulfira by Riska Zulfira
30 Agustus 2026
in Nasional
0

Peta peringatan dini kekeringan meteorologis | Foto: BMKG

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat terhadap potensi memburuknya kualitas udara selama fenomena El Nino kuat yang berlangsung pada 2026. Minimnya curah hujan akibat El Nino membuat proses pembersihan alami atmosfer berkurang sehingga polutan dapat bertahan lebih lama di udara.

Ketua Tim Informasi Pencemaran Udara Direktorat Layanan Iklim Terapan BMKG, Dwi Atmoko, menjelaskan El Nino terjadi ketika suhu muka laut di wilayah Pasifik Tengah dan Timur lebih hangat dibandingkan kondisi normal, sementara suhu muka laut di wilayah Indonesia cenderung lebih dingin.

RelatedPosts

BGN Catat Realisasi Anggaran MBG Capai Rp117 Triliun

Kemkomdigi Wajibkan Operator Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

Komdigi Panggil Meta, Minta Penjelasan soal Akun WhatsApp Warga yang Mendadak Terblokir

Kondisi tersebut menyebabkan penguapan di wilayah Indonesia menurun dan menghambat pembentukan awan, sehingga curah hujan menjadi lebih sedikit.

“Pada saat musim El Nino di Indonesia, pertumbuhan awan tidak masif sehingga hujan juga lebih jarang. Potensi kekeringan semakin besar,” ujar Dwi, mengutip infopublik.id, Minggu (30/8/2026).

Menurutnya, berkurangnya hujan tidak hanya meningkatkan risiko kekeringan, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas udara. Secara alami, atmosfer memiliki mekanisme untuk membersihkan polutan melalui proses pencucian oleh air hujan atau washout.

Namun, saat El Nino kuat terjadi, frekuensi hujan yang menurun membuat proses tersebut tidak berjalan optimal.

“Sumber emisi tetap aktif mengeluarkan emisi, sementara proses untuk membersihkan atmosfer tidak berjalan masif. Akibatnya, polutan akan bertahan lebih lama di atmosfer dan kualitas udara dapat menurun,” jelasnya.

Dwi menyebut BMKG terus memantau perkembangan El Nino melalui pengamatan suhu muka laut setiap 10 hari atau dasarian. Berdasarkan pemantauan terakhir pada Agustus 2026, anomali suhu muka laut sebagai salah satu indikator El Nino tercatat mencapai 2,26.

“Kalau lebih besar dari positif 2, itu menandakan El Nino kuat. Saat ini memang sedang terjadi El Nino dengan intensitas kuat hingga sangat kuat,” katanya.

BMKG memperkirakan fenomena El Nino masih berlangsung hingga sekitar Desember 2026. Dampaknya diperkirakan masih dapat dirasakan hingga Januari-Februari 2027 meskipun intensitasnya mulai melemah.

Fase Tinggi El Nino Oktober-November 

Dampak El Nino mulai terlihat di sejumlah wilayah, salah satunya meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi kering.

Dwi mengatakan, kebakaran hutan dan lahan dapat memperburuk kualitas udara karena menghasilkan berbagai polutan berbahaya, seperti partikulat halus PM2,5 dan karbon monoksida (CO).

Ia mencontohkan, sejumlah wilayah di Kalimantan mulai mengalami peningkatan titik panas (hotspot). Berdasarkan pemantauan stasiun kualitas udara BMKG di Pontianak, konsentrasi PM2,5 bahkan telah berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

“Karhutla menghasilkan polutan yang berdampak langsung terhadap kualitas udara. Ini menjadi salah satu faktor yang harus diwaspadai selama kondisi El Nino,” ujarnya.

BMKG memprediksi periode September-Oktober-November 2026 menjadi fase dengan dampak El Nino yang tinggi hingga sangat tinggi. Sementara pada Desember hingga awal 2027, kondisi tersebut mulai berangsur melemah.

Meski demikian, dampak El Nino tidak langsung berakhir karena suhu laut membutuhkan waktu untuk kembali normal.

“Laut memiliki sifat lambat panas dan lambat kehilangan panas. Jadi meskipun El Nino mulai melemah, pengaruhnya masih dapat dirasakan karena suhu muka laut belum langsung kembali normal,” jelas Dwi.

Selain kualitas udara, BMKG menyebut El Nino juga berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai sektor, mulai dari pertanian, energi, hingga ketersediaan air.

Sektor pertanian menjadi salah satu yang terdampak karena berkurangnya curah hujan dapat mengganggu produksi tanaman pangan dan hortikultura. Sementara sektor energi berpotensi mengalami tekanan akibat menurunnya debit air yang menjadi sumber bagi pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Ketersediaan air baku juga menjadi perhatian karena sejumlah daerah masih bergantung pada sumber air dari sungai, danau, maupun curah hujan.

Tags: 5bmkgEl Nino 2026hotspotKarhutlaKekeringankualitas udaraPerubahan IklimPM2polusi udara
Previous Post

BGN Catat Realisasi Anggaran MBG Capai Rp117 Triliun

Next Post

20 Hektare Lahan di Bener Meriah Terbakar

Related Posts

20 Hektare Lahan di Bener Meriah Terbakar

by Redaksi
30 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Kebakaran lahan melanda kawasan Kampung Uning Gelime, Kecamatan Weh Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (29/8/2026). Akibat kejadian tersebut,...

Api Lahap 3 Hektare Lahan Rumbia di Aceh Besar, Diduga Dipicu Pembakaran Sampah

by Ahmad Mufti
28 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Kebakaran lahan rumbia terjadi di Gampong Leugeu, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (28/8/2026). Api menghanguskan sekitar...

Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus Tak Terlihat dari Indonesia, BMKG Ungkap Penyebabnya

by Riska Zulfira
26 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Fenomena Gerhana Bulan Sebagian akan menghiasi langit pada 28 Agustus 2026. Namun, masyarakat Indonesia dipastikan tidak dapat menyaksikan...

Next Post

20 Hektare Lahan di Bener Meriah Terbakar

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co