MASAKINI.CO – Ketua DPD KNPI Kota Lhokseumawe, Muhammad Ajuar, menilai kehadiran SMA Sekolah Rakyat 2 di Lhokseumawe membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengakses pendidikan layak tanpa terbebani biaya.
Menurut Ajuar, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut menjadi langkah penting untuk memperluas kesempatan belajar sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Ini merupakan terobosan spektakuler. Anak-anak dari keluarga kurang mampu juga harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan, mengembangkan potensi, dan meraih cita-cita mereka,” kata Ajuar di sela kegiatan KNPI Sport Fest Gerakan Sinergi Pemuda dari Aceh untuk Indonesia di Lapangan Tunas Bangsa, Lhokseumawe, Minggu (11/10/2026).
Ia berharap program Sekolah Rakyat terus diperkuat agar semakin banyak anak di Aceh memperoleh kesempatan pendidikan dan dapat tumbuh menjadi generasi mandiri serta berdaya saing.
Ajuar menegaskan, keterbatasan ekonomi keluarga semestinya tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik. Pendidikan, menurutnya, merupakan investasi jangka panjang yang berperan dalam mendorong kemajuan daerah dan bangsa.
Dukungan terhadap pemerataan kesempatan bagi pelajar juga terlihat dalam KNPI Sport Fest 2026 yang diikuti puluhan SMA se-Kota Lhokseumawe, termasuk SMA Sekolah Rakyat 2. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk menunjukkan bakat, mengembangkan sportivitas, dan mempererat persahabatan antarsekolah.
Salah seorang siswi Sekolah Rakyat, Syafa Syakira, turut menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas hadirnya program tersebut. Ia menilai Sekolah Rakyat memberikan kesempatan kepada siswa dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan gratis dengan fasilitas yang mendukung kegiatan belajar.
Bagi KNPI Lhokseumawe, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengembangkan potensi, meraih cita-cita, dan berkontribusi bagi Indonesia.










Discussion about this post