MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

TEP UI dan BPOM Dampingi Penyuling Minyak Lawang Papua Barat Tingkatkan Standar Produksi

Redaksi by Redaksi
15 Oktober 2026
in Nasional
0

Tim 20 TEP UI bersama Pimpian dan Staff BPOM Manokwari meninjau proyek Rumah Produk Minyak Kayu Lawang Kampung Tamoge di Papua Barat oleh Muhammad Reza | Foto: dok untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari mendampingi penyuling minyak kayu lawang di kawasan Werianggi–Werabur, Papua Barat, untuk meningkatkan kelayakan rumah produksi dan mempersiapkan pengembangan produk turunan bernilai tambah.

Pendampingan tersebut menyasar perbaikan fasilitas produksi, peralatan penyulingan, kebersihan lingkungan, serta proses pengolahan agar memenuhi persyaratan mutu dan regulasi yang berlaku.

RelatedPosts

BGN Resmikan 980 Dapur MBG di 16 Provinsi, Aceh Besar Jadi Pusat Kegiatan

Mandalika Lolos Standar Keselamatan FIM, Siap Gelar MotoGP 2026

Kapal Bermuatan 1.850 Ton Semen Tenggelam di Tuban, Satu Awak Masih Hilang

Ketua Tim 20 TEP UI, Tri Wahyuni, PhD, mendorong pengembangan potensi kayu lawang melalui penelitian dan hilirisasi. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas yang selama ini diolah masyarakat secara tradisional.

Selama ini, masyarakat mengolah kulit kayu lawang melalui penyulingan untuk menghasilkan minyak yang digunakan sebagai minyak oles dan minyak urut. Namun, pengembangan komoditas tersebut dinilai masih terbuka melalui inovasi produk, peningkatan kualitas, penguatan legalitas usaha, dan perluasan akses pasar.

Pimpinan BPOM Manokwari, Agustince Werimon, S. Farm., Apt., mengatakan pendampingan diperlukan agar para penyuling memahami persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengembangkan usaha.

“Pendampingan ini penting agar para penyuling memahami persyaratan yang perlu dipenuhi dalam menyiapkan rumah produksi dan mengembangkan usahanya. Kami ingin membantu mereka mengenali aspek yang harus dibenahi, mulai dari kondisi tempat produksi hingga proses pengolahan,” kata Agustince, Selasa (13/10/2026).

Menurutnya, kesiapan rumah produksi menjadi salah satu aspek penting dalam upaya meningkatkan standar pengolahan minyak kayu lawang. Sejumlah hal yang perlu diperhatikan meliputi penataan ruang, kebersihan fasilitas, kesesuaian peralatan, penyimpanan bahan, pengendalian mutu, serta penerapan prosedur operasional yang konsisten.

Selain fasilitas, pengembangan usaha juga membutuhkan sumber daya manusia yang memahami prosedur produksi, pencatatan bahan baku, pengendalian proses penyulingan, dan penelusuran asal serta mutu produk.

Penerapan standar produksi menjadi semakin penting apabila minyak kayu lawang dikembangkan menjadi produk turunan yang masuk kategori obat atau produk farmasi. Persyaratan mutu, keamanan, dan perizinan harus disesuaikan dengan kategori produk yang akan dipasarkan.

Dengan dukungan penelitian dan pemenuhan standar tersebut, minyak kayu lawang berpeluang dikembangkan menjadi produk seperti balsem, roll-on, krim, salep, dan minyak urut dengan formulasi serta kemasan yang lebih modern.

Pengembangan produk turunan diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dibandingkan penjualan minyak dalam bentuk sederhana. Nilai ekonomi juga dapat diperkuat melalui peningkatan mutu, kemasan, identitas merek, legalitas, dan akses pasar.

Melalui kolaborasi dengan BPOM Manokwari, Tim 20 TEP UI berupaya membantu para penyuling mengidentifikasi kebutuhan pembenahan dan memahami tahapan yang harus ditempuh untuk meningkatkan standar produksi. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan agar minyak kayu lawang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Tags: BPOM ManokwariHilirisasiMinyak kayu lawangPapua Baratproduk turunanstandar produksiTEP UI
Previous Post

Pascabanjir, BPJS Kesehatan Permudah Akses Layanan JKN di Pidie

Next Post

Asap Karhutla Mulai Masuk Lhokseumawe, Warga Diimbau Pakai Masker

Related Posts

KEMANDIRIAN BANGSA: Jejak Hilirisasi Inalum dari Hulu hingga ke Hilir

by Hendra Syamhari
17 September 2026
0

MASAKINI.CO - Perjalanan hilirisasi aluminium Indonesia dari Kalimantan Barat, tempat bijih bauksit diolah menjadi alumina oleh PT Borneo Alumina Indonesia...

Sekda Aceh Sebut Retribusi Getah Pinus Hilang Karena Kebijakan Hilirisasi

by Riska Zulfira
21 November 2025
0

MASAKINI.CO - Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, mengatakan hilangnya penerimaan retribusi dari penjualan getah pinus dalam beberapa tahun terakhir terjadi...

RKPA 2026 Dibawa ke Forum Konsultasikan Publik, Fokus 2 Hal Ini

RKPA 2026 Dibawa ke Forum Konsultasikan Publik, Fokus 2 Hal Ini

by Alfath Asmunda
25 Maret 2025
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh menggelar Forum Konsultasi Publik terhadap Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) Tahun 2026, Selasa (25/3/2025)....

Next Post

Asap Karhutla Mulai Masuk Lhokseumawe, Warga Diimbau Pakai Masker

Discussion about this post

CERITA

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co