MASAKINI.CO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.179 kejadian bencana di Indonesia sepanjang Januari hingga 20 Oktober 2026. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bencana yang paling banyak terjadi, dengan 1.000 kejadian.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan selain karhutla, bencana yang mendominasi adalah banjir sebanyak 580 kejadian dan cuaca ekstrem sebanyak 337 kejadian.
“Masih ada kejadian lain, seperti kekeringan sebanyak 122 kali, tanah longsor 108 kali, gempa bumi 14 kali, gelombang pasang tinggi atau abrasi 14 kali, serta erupsi gunung api empat kali,” kata Berton, mengutip CNBC Indonesia, Kamis (22/10/2026).
BNPB juga melaporkan dampak karhutla di Kalimantan, Sumatra, dan Papua. Bencana tersebut menyebabkan 422 orang meninggal dunia, 21 orang hilang, 3.259 orang luka-luka, serta sekitar 5,8 juta orang mengungsi.
Dari total sekitar 1.024 hektare lahan yang terbakar, sebanyak 454,25 hektare telah berhasil dipadamkan hingga Senin (19/10/2026). Sementara itu, 570,08 hektare lainnya masih belum padam.
Berton menyebut Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan luasan kebakaran yang belum padam terbesar, yakni 389,89 hektare. Berikutnya, Sumatra Selatan dengan 108,5 hektare.
BNPB terus memantau perkembangan kebakaran dan penanganannya di wilayah terdampak.









Discussion about this post