MASAKINI.CO – Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali masuk ke wilayah Takengon dan Bener Meriah, melalui jalur darat setelah sebelumnya terputus akibat banjir dan longsor. Dua mobil tangki Pertamina membawa BBM jenis biosolar dan tiba di SPBU Takengon serta Bener Meriah.
BBM dikirim dari Integrated Terminal Pertamina Lhokseumawe dan menempuh perjalanan sekitar tujuh jam melalui jalur alternatif Simpang KKA–Bener Meriah–Takengon sejauh kurang lebih 100 kilometer. Distribusi dilakukan menggunakan mobil tangki berkapasitas 8 kilo liter untuk SPBU 14.245.499 Takengon dan 5 kiloliter untuk SPBU 13.245.409 di Kabupaten Bener Meriah.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pengiriman melalui jalur darat dilakukan setelah berbagai upaya ditempuh untuk menembus wilayah yang sempat terisolir.
“Jalur darat kini sudah bisa dilalui meski dengan keterbatasan. Waktu tempuh menjadi lebih lama karena kondisi jalan dan penggunaan jalur alternatif,” ujarnya, Kamis (25/12/2025).
Jalur Simpang KKA masih memberlakukan sistem buka-tutup. Jika akses ditutup, kendaraan harus memutar hingga 444 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 12 jam. Untuk memastikan keamanan dan kelancaran, distribusi BBM dilakukan dengan pengawalan aparat penegak hukum.
Sebelum jalur darat dapat dilalui, Pertamina sejak 13 Desember 2025 mendistribusikan BBM ke wilayah Takengon dan Bener Meriah menggunakan skema darurat melalui jalur udara.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menjaga pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Distribusi ini dilakukan di tengah masa Satgas Natal dan Tahun Baru Pertamina yang berlangsung hingga 11 Januari 2026, guna memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.










Discussion about this post