Gajah Sumatera Mati di Aceh Tenggara Ternyata Dibunuh Pemburu, Gading Hilang-Perut Terburai

Proses nekropsi bangkai gajah Sumatera yang diduga mati akibat dibunuh pemburu di Aceh Tenggara. (foto: dok BKSDA Aceh untuk masakini.co)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Gajah Sumatera Mati di Aceh Tenggara Ternyata Dibunuh Pemburu, Gading Hilang-Perut Terburai

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Proses nekropsi bangkai gajah Sumatera yang diduga mati akibat dibunuh pemburu di Aceh Tenggara. (foto: dok BKSDA Aceh untuk masakini.co)

MASAKINI.CO – Bangkai gajah Sumatera di Aceh Tenggara yang ditemukan sepekan lalu, ternyata mati diduga akibat diburu. Di lokasi kejadian, polisi dan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menemukan kabel kawat listrik. Selain itu, gading gajah telah hilang dipotong oleh pemburu.

Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto mengatakan lokasi ditemukannya gajah berada dalam wilayah perkebunan masyarakat, tepatnya di Desa Bunbun Indah, Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara.

“Bangkai gajah ditemukan dalam keadaan terkubur sebagian, dan sebagian lagi terbalut terpal plastik. Gadingnya telah hilang,” kata Agus, Selasa (17/5/2022).

Menurut Agus, berdasarkan hasil nekropsi (bedah bangkai), isi perut dan rongga dada satwa dilindungi itu sudah terburai keluar. Diduga, pemburu sengaja melakukan hal itu agar proses pembusukan bisa terjadi lebih cepat.

Gajah Sumatera berjenis kelamin jantan tersebut diperkirakan berumur sekitar 10 tahun. Kematiannya diperkirakan telah terjadi sekitar 8 hari dari saat nekropsi dilakukan.

Agus Arianto mengatakan, pihaknya memperoleh informasi temuan bangkai gajah itu pada Selasa, (10/5) pagi. Tim medis BKSDA Aceh dan polisi hutan (polhut) di hari yang sama dari Banda Aceh langsung berangkat ke Aceh Tenggara.

Setiba di sana, tim bersama polisi Polres Aceh Tenggara, TNI Koramil Kutacane dan Muara Situlen, petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Forum Konservasi Leuser, Wildlife Conservation Society, dan kelompok swadaya masyarakat Batu Gajah, bergerak ke lokasi.

Namun, Agus menuturkan, perjalanan mereka mengalami sedikit kendala akibat jauhnya lokasi temuan bangkai gajah dan ditambah akses jalan sulit. Kemudian, guyuran hujan semakin memperparah kondisi jalanan yang ditempuh.

“Kendaraan tim sering terhambat. Olah TKP dan nekropsi baru dapat dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 12 Mei 2022,” jelasnya.

Dia mengatakan, BKSDA Aceh akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian Aceh Tenggara terkait penanganan temuan bangkai gajah liar tersebut. Sejauh ini, belum ada tersangka yang ditangkap polisi.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist