Dinilai Salahi Wewenang, Analis Militer: Dudung Kubur Mimpi Jadi Panglima TNI

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. (foto: instagram pribadi yang bersangkutan)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Dinilai Salahi Wewenang, Analis Militer: Dudung Kubur Mimpi Jadi Panglima TNI

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. (foto: instagram pribadi yang bersangkutan)

MASAKINI.CO – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman dianggap telah menyalahi wewenangnya dengan mengerahkan prajurit untuk menyampaikan protes terhadap anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon.

Karena itu, Analis Militer dan Pertahanan, Connie Rahakundini menilai kalau KSAD Jenderal Dudung Abdurachman tidak perlu berambisi untuk menjadi Panglima TNI.

“Paling tidak KSAD itu akan menyadari kalau ini sudah salah langkah dan kubur lah mimpinya jadi Panglima, menurut saya ini telah melampaui wewenangnya,” kata Connie saat diskusi dalam YouTube Akbar Faizal Uncensored yang dikutip, Kamis (22/9/2022).

Menurutnya, dari beberapa jendral tinggi yang ada di TNI saat ini, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Yudo Margono layak dipertimbangkan sebagai pengganti Jenderal Andika Perkasa, yang sebentar lagi akan pensiun.

“Kalau saya boleh bicara sama presiden Jokowi, udah lah panglima (TNI) besok ini pak Yudo saja lah,” ucapnya.

Ia berharap, kemungkinan tersebut bisa terwujud. Landasannya adalah, Yudo akan mampu menjadikan Indonesia sebagai negara poros maritim, sebagaimana impian Jokowi.

“Ketika panglima Hadi (AU) sudah memimpin, ketika panglima Andika (AD) sudah hampir selesai memimpin, maka sekarang saya akan berharap sangat impian pak Jokowi yang hari ini belum terwujud,” imbuhnya.

Untuk diketahui, keriuhan di tubuh TNI terjadi kala Dudung Abdurachman merespon penyataan Effendi Simbolon. KSAD tampak esal melihat jajarannya selevel Perwira tampak adem ayem pasca disebut seperti gerombolan melebih organisasi masyarakat (ormas).

Lantas ia menyerukan seluruh jajarannya untuk tidak takut memberikan perlawanan terhadap politisi PDIP itu, yang dianggap sudah menginjak harga diri TNI AD. Hal tersebut diungkapkan Dudung ketika berbicara dalam salah satu sesi video conference.

“Saya tidak lihat ada letkol, kolonel, ngomong, bintang 1, bintang 2 ngomong, bergejolak gitu loh. Tidak ada yang saya lihat itu. Diam-diam saja dan dia pun akhirnya merasa benar, ya,” sebut Dudung, dalam video yang belakangan beredar itu.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist