Di Makam Rahman Paloh, Ketua Komite Muallimin Aceh: Perjuangan Belum Usai!

Sejumlah mantan kombatan GAM yang tergabung di Komite Muallimin Aceh, menggelar ziarah kubur dan doa bersama di makam Panglima GAM Pase, Rahman Paloh. (foto: masakini.co/Mulyadi)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Di Makam Rahman Paloh, Ketua Komite Muallimin Aceh: Perjuangan Belum Usai!

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Sejumlah mantan kombatan GAM yang tergabung di Komite Muallimin Aceh, menggelar ziarah kubur dan doa bersama di makam Panglima GAM Pase, Rahman Paloh. (foto: masakini.co/Mulyadi)

MASAKINI.CO – Ketua Komite Muallimin Aceh, Zulkarnaini yang akrab disapa Teungku Ni, menyebutkan perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) terus berlanjut sampai merdeka. Hal itu disampaikannya usai acara ziarah kubur dan doa bersama di makam panglima GAM, Rahman Paloh.

“Kita menghimbau kepada masyarakat Aceh supaya tenang dan aman karena perjuangan GAM ini akan berlanjut sampai merdeka,” katanya, Minggu (3/10/2021)

Hal itu dikemukakannya sebab, selama ini belum sepenuh hati perhatian pemerintah baik di pusat maupun pemerintah Aceh dalam hal membantu keluarga korban konflik.

“Kita mendengar Dana Otsus di Aceh melimpah tetapi hingga saat ini anak korban konflik bisa telantar,” ujarnya.

Dia menegaskan, pemerintah harus komit melaksanakan MoU Helsinki yang ditandatangani 16 tahun lalu di Finlandia.

“Kita minta pemerintah Indonesia supaya komitmen dengan apa yang sudah ditandatangani di Helsinki, itu harapan kami bangsa Aceh,” tambahnya.

Usai ziarah kubur tersebut, juga dilakukan santunan anak yatim yang ada sekitar di daerah setempat.

Kegiatan ini dikawal puluhan personel Polres Lhokseumawe. Turut hadir Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail, mantan ketua DPRK Lhokseumawe Yasir, sejumlah anggota DPRK Lhokseumawe dari Partai Aceh, ulama, tokoh masyarakat, dan anggota Komite Muallimin Aceh.

Siapa Rahman Paloh?

Nama aslinya Abdulrahman Yahya. Teungku Rahman Paloh, begitu sosok ini dipanggil ketika hidup, merupakan eks Tripoli, yakni sekumpulan pasukan GAM yang pernah mendapat ilmu militer di Libya. Teungku Rahman Paloh menjadi panglima GAM dari 1992 hingga 1997.

Sejumlah mantan kombatan GAM menggelar ziarah kubur dan doa bersama di makam Panglima GAM Pase, Rahman Paloh. (foto: masakini.co/Mulyadi)

Teungku Rahman Paloh banyak dikenal sebagai Panglima GAM wilayah Pase. Dia juga bertindak sebagai panglima GAM untuk Aceh saat itu. Kondisi ini karena pusat pemberontakan GAM saat itu masih berlangsung di tiga daerah, seperti Aceh Timur, Pase dan Pidie.

Almarhum Rahman Paloh berpostur tubuh tinggi besar dan tegap. Dia dikenal sebagai pribadi santun dan mudah bergaul dengan semua kalangan.

Pejuang GAM yang disegani di masanya ini gugur dalam pertempuran dengan TNI pada 24 Maret 1997 di Mon Kala Kandang, Aceh Utara.

Reporter: Mulyadi

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist